Site icon JABARBICARA.COM

Desa Indralayang Dorong Transformasi Pesisir Garut Selatan, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Jadi Prioritas

GARUT, JABARBICARA.COM — Pemerintah Desa Indralayang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, terus mengakselerasi pembangunan desa berbasis potensi lokal dan perencanaan partisipatif.

Desa yang berada di pesisir selatan Garut dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ini kini memfokuskan arah pembangunan pada penguatan pariwisata pesisir, ekonomi rakyat, dan infrastruktur dasar.

Desa Indralayang dihuni oleh sekitar 4.675 jiwa yang terbagi dalam 1.398 kepala keluarga, dengan karakter masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor pertanian, peternakan, dan usaha berbasis sumber daya lokal. Salah satu potensi unggulan desa ini adalah budidaya burung puyuh, yang telah berkembang sebagai penggerak ekonomi rumah tangga warga.

Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Yan Yan Wijana Somantri, S.E, yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Pemerintah Desa Indralayang menempatkan pembangunan desa sebagai bagian dari strategi jangka menengah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing wilayah pesisir Garut Selatan.

Pariwisata Pesisir dan BUMDes Jadi Lokomotif Ekonomi

Berdasarkan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) dan dokumen perencanaan terbaru, Desa Indralayang mengalokasikan anggaran pembangunan periode 2025–2027 dengan menitikberatkan pada sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Salah satu program utama adalah pembangunan fasilitas homestay dengan alokasi anggaran sekitar Rp200 juta, sebagai upaya mendukung pengembangan kawasan wisata Pantai Karang Modang dan meningkatkan kapasitas desa dalam menerima kunjungan wisatawan.

Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Garut, Desa Indralayang juga diarahkan untuk masuk dalam kategori Desa Wisata Hebat 2025, dengan penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor pengelolaan usaha dan layanan ekonomi desa.

Selain itu, pemerintah desa menyalurkan dukungan anggaran kepada delapan kelompok usaha masyarakat dengan total estimasi mencapai Rp160 juta, guna memperkuat sektor usaha mikro dan ekonomi produktif berbasis komunitas.

Pembangunan Infrastruktur dan Fasilitas Publik

Di sektor infrastruktur, Desa Indralayang merencanakan pembangunan dan renovasi Lapangan Voli Cimuncang sebagai sarana olahraga dan ruang aktivitas kepemudaan. Pemerintah desa juga melanjutkan pembangunan kirmir atau tembok penahan tanah di sejumlah wilayah rawan, seperti di Kampung Buleud, untuk mengurangi risiko longsor serta meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Pada sektor sosial-keagamaan, terdapat rencana pembangunan kembali Masjid Jam’i Al-Hikmah di Kampung Indralayang dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp672 juta, guna meningkatkan kapasitas dan kenyamanan layanan ibadah bagi masyarakat.

Perencanaan Jangka Menengah Berbasis Kebutuhan Warga

Sebagai bagian dari perencanaan jangka menengah, Pemerintah Desa Indralayang telah melaksanakan Musrenbang Desa pada Januari 2026 untuk merumuskan prioritas pembangunan tahun anggaran 2027. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan layanan kesehatan dasar, penguatan ketahanan pangan dan energi desa, serta penanganan kemiskinan ekstrem melalui program bantuan tunai desa yang terukur dan tepat sasaran.

Dengan potensi alam pesisir yang strategis, dukungan masyarakat, serta kepemimpinan desa yang aktif dan berpengalaman di tingkat desa maupun organisasi antar-desa, Desa Indralayang diproyeksikan menjadi salah satu model transformasi desa pesisir di selatan Jawa Barat yang bertumpu pada pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi rakyat. [JB/DN]

Exit mobile version