Site icon JABARBICARA.COM

Cahaya di Penghujung Ramadan: Ai Supeni, Sosok Guru Penggerak yang Mengetuk Pintu Langit Lewat Bakti dan Berbagi

GARUT, JABARBICARA.COM – Gurat kebahagiaan memancar dari wajah puluhan anak yatim yang berkumpul di wilayah Sucinaraja, Wanaraja, dan Karangpawitan pada Kamis (19/03/2026). Di penghujung Ramadan 1447 Hijriah yang penuh berkah, sebuah aksi nyata kepedulian sosial digelar sebagai wujud syukur atas dedikasi dan keberhasilan seorang pendidik sekaligus srikandi bisnis, Ai Supeni.

Ai Supeni (42), yang dikenal sebagai Guru Penggerak di SDN 5 Tegalpanjang, kembali menjalankan tradisi tahunannya: berbagi kasih dengan menyantuni puluhan anak yatim. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan refleksi dari perjalanan hidupnya yang penuh liku, dari seorang guru honorer hingga menjadi pengusaha sukses di bidang air minum kesehatan Milagros.

Sinergi Kebaikan di Satuan Pendidikan

Langkah mulia ini tidak dilakukan sendirian. Semangat berbagi ini didukung penuh oleh keluarga besar SDN 5 Tegalpanjang. Di bawah bimbingan Kepala Sekolah Hj. Ade Rohmah, para pejuang pendidikan seperti Kiki Ismawati, Mulyani, Imas Rahmawati, Koswara, Supriatna, Dewi Pratiwi, Firman, dan Daryanti, kompak menyisihkan sebagian harta mereka untuk memastikan anak-anak yatim turut merasakan keceriaan Idul Fitri.

“Alhamdulillah, kebaikan yang dibangun bersama ini adalah langkah nyata kepedulian kita terhadap anak-anak yatim. Ini adalah bagian dari pengabdian kita sebagai pendidik generasi bangsa,” ujar Hj. Ade Rohmah dengan nada takzim.

Menjemput Takdir Lewat Kesabaran 17 Tahun

Sosok Ai Supeni adalah potret nyata bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Menjadi anak tunggal dari tokoh politik legendaris Wanaraja ( Sebelum di mekarkan menjadi kecamatan Sucinaraja) Bapak Idris Sugito dan Ibu Dasikah, Ai mewarisi mental petarung. Sebelum mencapai titik sukses saat ini, ia telah melewati getirnya perjuangan sebagai guru sukarelawan sejak tahun 2003 dengan honor yang sangat minim.

Kesabaran itu berbuah manis saat ia diangkat menjadi ASN/P3K pada 2019. Namun, jiwa kemandiriannya tidak berhenti di ruang kelas. Melalui bimbingan tangan dingin Agus Purnomo, Founder dan Motivator Milagros, Ai merintis bisnis air minum kesehatan lewat sistem Marketing Plan Maxima.

Kini, dengan 276 member di seluruh Nusantara dan kesuksesan finansial yang membawanya keliling dunia—mulai dari China hingga Tanah Suci—Ai tetaplah sosok yang membumi. Meski memiliki kantor pemasaran Air kesehatan milagros di Perum Green Mutiara Residen dan kendaraan mewah, ia tak canggung untuk tetap hidup bersahaja.

Pesan untuk Generasi Masa Depan

Bagi Ai, keberhasilannya adalah alat untuk memberi manfaat lebih luas. Di sela tugasnya mengajar siswa kelas 4, ia selalu menyelipkan pesan kemandirian.
“Selama ada kesempatan usaha, tidak mengganggu tugas pokok sebagai guru, dan tidak melanggar aturan, ambillah kesempatan itu. Jangan pernah ragu untuk mandiri,” pesan ibu dari Muhammad Bilal Nugraha dan Ferdinan Aditya ini.

Suasana hangat di penghujung Ramadan ini menjadi bukti bahwa kesuksesan paling indah adalah saat kita mampu merangkul mereka yang membutuhkan. Anak-anak yatim yang hadir hari ini bukan sekadar penerima santunan, melainkan saksi dari sebuah ketulusan hati seorang guru yang mengajarkan bahwa kemiskinan bisa dikalahkan dengan kegigihan, dan kemuliaan dicapai melalui berbagi. [JB/RF]

Exit mobile version