GARUT, JABARBICARA.COM – Di bawah langit cerah Sabtu pagi (21/3/2026), ribuan umat Islam memadati Alun-Alun Wanaraja untuk melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah. Momentum kemenangan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan menjadi panggung refleksi kebangsaan dan penegasan visi menuju “Garut Hebat.”
Camat Wanaraja, Fahmi Fauzi, yang hadir membacakan sambutan tertulis Bupati Garut, Syakur Amin, menekankan pentingnya sinergi kolektif. Ia mengungkapkan bahwa Wanaraja kini tengah bertransformasi menjadi kecamatan unggul melalui kolaborasi pentahelix.
“Kami bergerak bersama akademisi, pengusaha, komunitas, birokrasi hingga pusat, serta media. Wanaraja harus menjadi mercusuar keunggulan di antara 42 kecamatan lainnya di Kabupaten Garut,” ujar Fahmi di hadapan jemaah yang khusyuk.
Refleksi Kepemimpinan dan Permohonan Maaf
Dalam pesan yang dibacakan, Bupati Syakur Amin secara rendah hati memberikan catatan reflektif atas satu tahun lebih masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati. Di tengah ikhtiar mewujudkan visi “Garut Hebat”, ia mengakui masih adanya keterbatasan dalam roda birokrasi.
“Idul Fitri adalah momen kejujuran.
Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat jika pembangunan belum maksimal. Namun, semangat gotong royong dan kebersamaan adalah modal utama kita untuk mewujudkan Garut yang Baldatun Tayyibatun Warabbun Ghafur,” ungkap Bupati dalam naskah sambutannya. Beliau juga memberikan ucapan selamat datang yang hangat bagi para pemudik yang telah kembali ke pelukan keluarga di tanah kelahiran.
Pesan Tajam: Iman di Era Digital
Ketajaman pesan moral disampaikan oleh Khatib Usep Nul Hakim, dengan Imam Shalat Muhammad Wisnu . Dalam khotbahnya, Usep menyoroti tantangan umat di abad ke 15 Hijriah yang kini berada dalam genggaman teknologi internet.
“Dunia kini hanya seujung jari. Namun, kemajuan ini ibarat dua sisi mata pisau. Kita melihat maraknya judi online, pinjaman online ilegal, hingga fitnah dan hoaks yang memecah belah,” tegas Usep. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak “buta” dalam kemajuan zaman, melainkan harus bijak dan terkendali agar teknologi menjadi alat kemajuan, bukan penghancur akhlak.
Harmoni dan Kebersihan
Sebagai penutup rangkaian ibadah, Bupati melalui Camat menitipkan pesan sederhana namun mendalam: menjaga harmoni, keamanan, dan ketertiban. Masyarakat juga diimbau untuk langsung bergerak bersama menjaga kebersihan Alun-Alun usai Shalat Id sebagai bentuk nyata dari iman yang bersih.
Idul Fitri 1447 H di Wanaraja tahun ini menjadi simbol bahwa kemajuan teknologi dan visi besar daerah tidak akan berarti tanpa fondasi spiritual yang kuat dan kepedulian terhadap sesama. (RF/JB)

