GARUT, JABARBICARA.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menunjukkan sikap responsif dan terbuka terhadap kritik tajam yang dilayangkan lembaga swadaya masyarakat Garut Government Watch (GGW) terkait indikasi “PKBM Gelap” di wilayah Pakenjeng. Alih-alih defensif, Disdik Garut memilih jalur perbaikan sistemik demi menjaga marwah pendidikan non-formal.
Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Iyan Sopiyan, S.IP, menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap hasil kajian GGW. Ia menyatakan bahwa kritik tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk melakukan “pembersihan” dan penertiban administrasi secara menyeluruh.
Langkah Nyata di Bulan Mei
Dalam keterangan resminya, H. Iyan mengungkapkan bahwa mulai Mei mendatang, Disdik Garut akan meluncurkan agenda verifikasi ulang yang sangat ketat. Skema ini dirancang untuk memastikan tidak ada lagi celah bagi operasional lembaga yang tidak akuntabel.
“Bulan Mei akan kami verifikasi kembali. Semuanya akan dibereskan. Kami akan menjadwalkan verifikasi 25 lembaga setiap harinya agar proses pemeriksaan berjalan detail, tertib, dan menyentuh akar persoalan,” ujar H. Iyan melalui pesan singkat, Jumat (10/04/2026).
Transparansi Berbasis Data Digital
Sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan informasi, Disdik Garut saat ini tengah mensosialisasikan aplikasi khusus untuk memantau data warga belajar secara real-time. Langkah ini diambil agar sinkronisasi data antara lapangan dan sistem pusat tidak lagi menyisakan ruang bagi spekulasi “data fiktif”.
“Saat ini aplikasi tersebut sedang kami sosialisasikan kepada para penilik. Rencananya, akhir bulan ini seluruh lembaga PKBM se-Kabupaten Garut akan dikumpulkan untuk menyamakan persepsi dan teknis penggunaan aplikasi ini,” tambahnya.
Sentuhan Hati untuk Pendidikan Rakyat
Menanggapi isu warga belajar, H. Iyan mengingatkan bahwa pada proses Verifikasi dan Validasi (Verval) Agustus tahun lalu, pihaknya telah berupaya menghadirkan seluruh warga belajar untuk mencocokkan data secara langsung. Namun, ia mengakui dinamika di lapangan memerlukan pengawasan yang terus-menerus dan berkelanjutan.
Pihak Dinas Pendidikan berharap, langkah pembenahan ini dapat memulihkan kepercayaan publik. Pendidikan masyarakat melalui PKBM adalah jembatan bagi mereka yang ingin memperbaiki taraf hidup, sehingga kualitasnya tidak boleh dikompromikan oleh praktik-praktik yang tidak sehat.
“Kami berterima kasih atas kontrol sosial dari rekan-rekan GGW. Ini adalah ikhtiar kita bersama agar pendidikan di Garut semakin bermartabat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil,” pungkasnya dengan nada rendah hati. (RF/JB)

