Site icon JABARBICARA.COM

BPBD GARUT GERAK CEPAT! 10 RIBU LITER AIR BERSIH DIGELONTORKAN, WARGA TABRIK AKHIRNYA BISA BERNAPAS LEGA

GARUT, JABARBICARA.COM – Setelah sepekan dilanda krisis air bersih yang membuat ratusan warga Kampung Tabrik, RT 03 RW 02, Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan yang dinantikan akhirnya tiba.
Respon cepat ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Garut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut yang langsung mengirimkan bantuan air bersih ke lokasi terdampak, Minggu (31/5/2026).

Bantuan tersebut tidak lepas dari inisiatif salah seorang tokoh masyarakat setempat, Rusmana, SH, yang segera melaporkan kondisi darurat kekeringan tersebut kepada Sekretaris Daerah dan BPBD Kabupaten Garut.
“Alhamdulillah, hari ini BPBD Kabupaten Garut bergerak cepat mengirimkan bantuan air bersih untuk warga Kampung Tabrik. Kami sangat bersyukur karena kebutuhan air bersih masyarakat mulai terbantu,” ujar Rusmana, SH, di sela-sela kegiatan pendistribusian air bersih.

Sebelumnya, warga Kampung Tabrik mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menyusutnya debit sumber mata air yang selama ini menjadi andalan masyarakat. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga membeli air bersih dengan biaya tambahan demi memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Di lokasi pendistribusian, Operator Layanan Operasional BPBD Kabupaten Garut, Prio Firmansyah, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai kesulitan air bersih yang dialami masyarakat.
“Kami menerima laporan bahwa warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Garut langsung melakukan distribusi air bersih sebanyak 10.000 liter yang dikirim dalam dua kali pengangkutan,” jelas Prio.

Menurutnya, air bersih tersebut didistribusikan ke sejumlah tempat penampungan milik masyarakat sebelum kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
“Kami mengisi bak-bak penampungan dan tempat penampungan air berukuran besar yang dimiliki warga. Selanjutnya air tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak,” tambahnya.

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 350 Kepala Keluarga (KK) terdampak krisis air bersih tersebut. Untuk mendukung proses penyaluran bantuan, BPBD Kabupaten Garut menerjunkan lima personel ke lapangan.
Prio juga menyarankan agar ke depan tersedia sarana penampungan air yang memadai di lingkungan masyarakat guna mengantisipasi kondisi serupa.
“Kami menyarankan adanya bak penampungan atau toren berkapasitas besar di lingkungan warga sebagai langkah antisipasi. Mengenai penyebab pasti kekeringan ini masih perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut. Namun berdasarkan informasi dari warga, debit air di hulu mengalami penyusutan sehingga distribusi air tidak mampu menjangkau seluruh wilayah,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 02 Desa Linggamukti, Jajang Saripudin, menyampaikan apresiasi atas respon cepat yang ditunjukkan BPBD Kabupaten Garut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Garut yang telah bergerak cepat membantu warga kami. Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi masyarakat yang selama beberapa hari terakhir mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Meski bantuan darurat telah diterima, warga berharap Pemerintah Kabupaten Garut tidak berhenti pada penanganan jangka pendek semata. Masyarakat menginginkan adanya solusi permanen agar krisis air bersih yang berulang setiap musim kemarau dapat segera diatasi.

Perbaikan jaringan distribusi air, peningkatan kapasitas sumber mata air, pembangunan reservoir atau bak penampungan komunal, serta kajian menyeluruh terhadap kondisi sumber air menjadi harapan besar warga Kampung Tabrik.

Kini, setelah bantuan 10 ribu liter air bersih tiba, jeritan warga mulai terobati. Namun pekerjaan rumah sesungguhnya masih menanti: menghadirkan solusi permanen agar ratusan keluarga di Kampung Tabrik tidak lagi dihantui ancaman krisis air bersih setiap tahun.
(JB/RF)

Exit mobile version