GARUT, JABARBICARA.COM – Bakti sosial pemeliharaan jalan yang digelar di Desa Neglasari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, ternyata bukan sekadar aksi gotong royong memperbaiki infrastruktur. Di balik kegiatan tersebut, lahir sebuah komitmen besar untuk membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan melalui kolaborasi Forum Dapur Kecamatan Pakenjeng dan Gabungan Pengusaha Kabupaten Garut (GPKG).
Semangat kebersamaan yang mengiringi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum lahirnya gerakan sosial yang tidak hanya menyentuh kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga menyasar bidang pendidikan, keagamaan, dan kesejahteraan sosial.
Kegiatan bakti sosial yang melibatkan masyarakat, Pemerintah Desa Neglasari, jajaran Forkopimcam Kecamatan Pakenjeng, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Neglasari itu diawali dengan pemeliharaan ruas Jalan Bahar hingga Jalan Babakan Rahayu. Puluhan warga bergotong royong memperbaiki badan jalan, meratakan material batu, dan membersihkan saluran drainase demi memperlancar aktivitas masyarakat.
Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Dr. Asep Dadang, S.IP., M.Si., selaku Pengelola SPPG (Dapur MBG) Desa Neglasari, Ketua Forum Dapur Kecamatan Pakenjeng, sekaligus Pengurus Gabungan Pengusaha Kabupaten Garut (GPKG).
Menurut Dr. Asep Dadang, S.IP., M.Si., semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui karya nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Menyambut HUT RI ke-81 dengan tema ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’, kami ingin merefleksikan kemerdekaan melalui aksi nyata. SPPG hadir bukan hanya untuk pemenuhan gizi fisik anak-anak bangsa, tetapi juga ikut bertanggung jawab dalam membangun ruang sosial yang sehat melalui gotong royong bersama warga dan pemerintah setempat,” ujarnya kepada JABARBICARA.COM , 02/08/2026.
Ia menegaskan, gerakan yang dibangun Forum Dapur Kecamatan Pakenjeng tidak akan berhenti pada kegiatan pemeliharaan jalan semata.
“Forum Dapur Kecamatan Pakenjeng bersama Gabungan Pengusaha Kabupaten Garut akan terus menggerakkan berbagai kegiatan sosial sebagai bagian dari ikhtiar mengisi kemerdekaan Indonesia. Program yang kami siapkan tidak hanya pemeliharaan jalan, tetapi juga khitanan massal, santunan bagi anak yatim piatu, bantuan untuk masyarakat kurang mampu, pembangunan maupun rehabilitasi sekolah, madrasah dan rumah ibadah, serta penyediaan beasiswa bagi anak-anak yang membutuhkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Asep Dadang, S.IP., M.Si. menjelaskan bahwa seluruh program tersebut akan dijalankan secara bertahap dengan mengedepankan kolaborasi dan kemampuan sumber daya yang dimiliki.
“Seluruh kegiatan sosial ini akan disesuaikan dengan kemampuan Forum Dapur dan Gabungan Pengusaha Kabupaten Garut, termasuk mengoptimalkan nilai-nilai tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang tumbuh dari pengelolaan SPPG. Kami ingin keberadaan dapur MBG tidak hanya memberikan manfaat melalui penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menjadi motor penggerak kepedulian sosial dan pembangunan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara Forum Dapur Kecamatan Pakenjeng, Gabungan Pengusaha Kabupaten Garut, pemerintah, dan masyarakat dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah selatan Garut.
Bagi Dr. Asep Dadang, kemerdekaan sejati bukan hanya diperingati setiap 17 Agustus, melainkan diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama dan semangat membangun daerah secara bersama-sama.
Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, Forum Dapur Kecamatan Pakenjeng bersama Gabungan Pengusaha Kabupaten Garut bertekad menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sarana ibadah, hingga bantuan bagi kaum dhuafa dan generasi muda melalui program beasiswa, seluruhnya diarahkan untuk menghadirkan kemerdekaan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Gerakan yang lahir dari Desa Neglasari ini menjadi bukti bahwa ketika kepedulian dipadukan dengan kolaborasi, sebuah dapur tidak hanya mampu menyediakan makanan bergizi, tetapi juga dapat menjadi pusat lahirnya aksi sosial yang membawa harapan dan perubahan bagi masa depan masyarakat Garut.(JB/RF)

