Site icon JABARBICARA.COM

BILAL BERDIRI TEGAP DI BAWAH MERAH PUTIH, SANG IBU MENYAKSIKAN DENGAN HARU! Kisah Paskibra Sucinaraja

GARUT, JABARBICARA.COM – Di balik berkibarnya Sang Merah Putih dalam Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Senin (17/8/2026), tersimpan kisah tentang perjuangan, disiplin, kebanggaan dan haru seorang ibu melihat putranya menjalankan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).

Adalah Mochammad Billal Nugraha, putra pertama Ai Supeni, seorang guru SDN 5 Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja. Billal dipercaya menjadi salah satu anggota Paskibra Kecamatan Sucinaraja tahun 2026.

Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Terlebih, tugas yang diemban Billal bersama rekan-rekannya bukanlah tugas ringan. Mereka harus menjalani latihan intensif, membangun kedisiplinan, menjaga kekompakan dan mempersiapkan mental untuk menjalankan tugas sakral di hadapan Sang Merah Putih.

Tiga Pekan Latihan, Berujung Momen Membanggakan

Sebelum menjalankan tugas pada upacara HUT RI ke-81, para anggota Paskibra Kecamatan Sucinaraja menjalani latihan intensif selama tiga pekan.

Dua pekan latihan dipusatkan di SMAN 26 Garut, sementara satu pekan terakhir dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Sucinaraja.

Kerja keras tersebut akhirnya terbayar. Pada Senin, 17 Agustus 2026, para anggota Paskibra Sucinaraja sukses menjalankan tugas, baik dalam prosesi penaikan maupun penurunan Bendera Merah Putih.

Di antara barisan tersebut, Billal berdiri tegap menjalankan amanah yang telah dipercayakan kepadanya.

Bagi Ai Supeni, keberhasilan putranya menjadi sebuah kebahagiaan yang sulit diungkapkan.

“Alhamdulillah, putra kami diberikan kepercayaan untuk menjadi anggota Paskibra Kecamatan Sucinaraja. Pada hari Senin, 17 Agustus 2026, Aa Bilal bersama teman-temannya sukses mengibarkan Bendera Merah Putih, baik prosesi penaikan maupun penurunan,” ujar Ai Supeni.

Bangga yang Dibayar dengan Rasa Haru

Di balik kebanggaan tersebut, terdapat satu momen yang sempat membuat hati Ai Supeni terasa berat.

Saat prosesi pengukuhan Paskibra pada Minggu, 16 Agustus 2026, ia tidak dapat hadir untuk mendampingi putranya. Pada waktu yang bersamaan, Ai Supeni harus menghadiri kegiatan di Sentul, Bogor, yang tidak dapat ditinggalkan.

Sebagai seorang ibu, ketidakhadiran itu tentu meninggalkan rasa haru sekaligus sedih.

“Rasa haru dan sedih saya rasakan karena saat prosesi pengukuhan kemarin saya tidak bisa hadir. Ada kegiatan di Sentul, Bogor yang tidak bisa ditinggalkan,” ungkapnya.

Lebih menyentuh lagi, Ai Supeni melihat sejumlah anggota Paskibra lainnya mendapatkan kesempatan didampingi orang tua, khususnya sang ibu.

“Ketika anak-anak lain didampingi sang ibu, Aa Bilal tidak bisa saya dampingi saat prosesi pengukuhan kemarin,” tuturnya.

Namun, rasa sedih tersebut perlahan berubah menjadi kebanggaan ketika melihat Billal berdiri tegap dan mampu menyelesaikan tugasnya bersama seluruh anggota Paskibra Sucinaraja.

Ucapan Terima Kasih untuk Para Pelatih dan Pendukung

Ai Supeni menyadari bahwa keberhasilan putranya bukan semata-mata hasil kerja Billal sendiri. Ada banyak tangan yang ikut membentuk kedisiplinan dan kesiapan para anggota Paskibra.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh instruktur, pelatih, para senior Paskibra, pihak sekolah serta Pemerintah Kecamatan Sucinaraja.

“Saya selaku orang tua mengucapkan terima kasih kepada para instruktur, pelatih, para senior Aa Bilal di Paskibra, pihak sekolah dan khususnya Ibu Camat Sucinaraja, Ibu Yeni Damayanti,” katanya.

Menurutnya, pengalaman menjadi Paskibra akan menjadi bekal berharga bagi putranya, bukan hanya dalam menjalankan tugas kenegaraan, tetapi juga dalam membentuk karakter, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.

Ketika Merah Putih Berkibar, Kebanggaan Itu Menjadi Milik Semua

Tugas Paskibra mungkin hanya berlangsung dalam hitungan menit ketika Sang Merah Putih dinaikkan dan diturunkan.

Namun, di baliknya ada hari-hari panjang penuh latihan, keringat, disiplin, koreksi dan perjuangan.

Bagi Billal, pengalaman berdiri tegap di bawah Merah Putih pada HUT RI ke-81 akan menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.

Bagi Ai Supeni, momen tersebut menjadi bukti bahwa putranya mampu menjaga kepercayaan yang diberikan.

Dan bagi Kecamatan Sucinaraja, keberhasilan Paskibra menunaikan tugas menjadi gambaran bahwa generasi muda masih memiliki semangat untuk mengabdi, berdisiplin dan menghormati simbol-simbol kebangsaan.

Merah Putih pun berkibar. Billal berdiri tegap. Sang ibu menyaksikan dengan haru. Sebuah kebanggaan sederhana, tetapi maknanya begitu dalam: ketika seorang anak menunaikan tugas untuk negeri, kebahagiaan itu turut memenuhi hati keluarganya.(JB/RF)

Exit mobile version