GARUT, JABARBICARA.COM — Respons cepat Pemerintah Daerah Kabupaten Garut melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam menangani sejumlah kebutuhan infrastruktur mendapat apresiasi dari kalangan masyarakat dan pemuda.
Percepatan penanganan jalan, drainase hingga irigasi dinilai menjadi langkah strategis, terutama menghadapi musim penghujan yang berpotensi meningkatkan risiko genangan, kerusakan infrastruktur, hingga terganggunya aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Agus Ismail, dinilai menunjukkan respons terhadap kebutuhan di lapangan melalui langkah percepatan pemeliharaan dan penanganan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Akademisi sekaligus Pemuda Pelopor Garut, Jajang Saepuloh, S.IP., M.Si., mengatakan, percepatan perbaikan infrastruktur menjelang musim hujan merupakan langkah konkret yang patut diapresiasi.
Menurutnya, kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan ketika pelayanan atau pembangunan belum berjalan sebagaimana mestinya. Namun, apresiasi juga layak diberikan ketika terdapat kinerja positif dari organisasi perangkat daerah.
“Kita perlu melakukan kritik ketika kinerja pemerintah belum bagus. Tetapi kita juga harus objektif memberikan apresiasi ketika ada SKPD yang menunjukkan kinerja baik dan respons terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Jajang.
Ia menegaskan, apresiasi tersebut bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Sebaliknya, proses pembangunan dan perbaikan infrastruktur harus terus dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Memang belum sempurna karena prosesnya masih berjalan. Tetapi langkah percepatan seperti ini patut diapresiasi. Harapannya, masyarakat benar-benar bisa merasakan hasil kerja nyata, terutama terhadap infrastruktur yang menjadi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Jajang menilai, menghadapi musim penghujan, pemerintah tidak cukup hanya bergerak setelah terjadi persoalan. Langkah antisipatif dan pemeliharaan sejak dini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas infrastruktur sekaligus mengurangi potensi gangguan di lapangan.
“Jangan menunggu jalan rusak parah atau drainase tersumbat baru ditangani. Respons cepat dan langkah pencegahan seperti ini penting untuk mengurangi risiko persoalan ketika curah hujan meningkat,” tegasnya.
INFRASTRUKTUR BUKAN HANYA TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH
Di sisi lain, Jajang mengingatkan bahwa keberlanjutan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pemerintah. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar hasil pembangunan dan pemeliharaan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Masyarakat, kata dia, memiliki peran sederhana namun sangat menentukan, mulai dari menjaga kondisi jalan hingga tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke saluran drainase.
“Masyarakat perlu ikut menjaga jalan, tidak membuang sampah ke saluran drainase, serta bersama-sama merawat lingkungan. Infrastruktur yang baik akan bertahan lebih lama apabila ada kesadaran dan kepedulian bersama,” ujarnya.
Ia berharap langkah responsif Dinas PUPR tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan memperkuat pemetaan titik-titik rawan, pemeliharaan drainase dan irigasi, serta koordinasi bersama pemerintah kewilayahan.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat. Justru dalam kondisi fiskal yang terbatas, diperlukan kemampuan menentukan skala prioritas, bekerja cepat, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata.
“Kerja cepat pemerintah yang didukung kepedulian masyarakat merupakan kunci menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan siap menghadapi musim penghujan. Ini bisa menjadi bagian dari awal perubahan dan percepatan pembangunan. Di tengah keterbatasan anggaran, pejabat membutuhkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” pungkas Jajang.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur harus terus dikawal secara terbuka. Kinerja yang baik patut diapresiasi, sementara kekurangan tetap harus dikritisi agar pelayanan publik di Kabupaten Garut semakin responsif dan manfaat pembangunan benar-benar sampai kepada masyarakat.(JB/RF)

