Site icon JABARBICARA.COM

Peringati HUT ke-81 TNI, Dadan Nugraha: Sipil dan TNI Bersama Membangun Negeri, Perkuat Resiliensi Nasional

GARUT, JABARBICARA.COM — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang TNI dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Praktisi hukum dan pemerhati kebijakan publik, Dadan Nugraha, S.H., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian TNI selama lebih dari delapan dekade dalam menjalankan tugas konstitusional menjaga kedaulatan dan keutuhan negara.

Menurut Dadan, tantangan pertahanan nasional saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, ancaman siber, dinamika geopolitik, serta berbagai bentuk ancaman nonmiliter menuntut TNI untuk terus bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan yang profesional, modern, adaptif, dan tetap dekat dengan rakyat.

“HUT ke-81 TNI bukan sekadar peringatan hari lahir sebuah institusi pertahanan negara, tetapi juga momentum untuk mengapresiasi perjalanan panjang TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Tantangan pertahanan saat ini semakin kompleks sehingga transformasi, profesionalisme, penguasaan teknologi, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dari penguatan pertahanan nasional,” ujar Dadan, Senin [5/10/2026].

Dadan menilai, kekuatan pertahanan Indonesia tidak hanya bertumpu pada alutsista dan teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, ketahanan sosial, serta hubungan yang kuat antara TNI dan masyarakat.

Menurutnya, semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat perlu terus dijaga dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.

“Kekuatan pertahanan Indonesia tidak hanya dibangun melalui alutsista dan teknologi, tetapi juga melalui kekuatan manusia, solidaritas sosial, serta kepercayaan antara TNI dan masyarakat. Hubungan TNI dan rakyat harus terus dijaga sebagai bagian dari kekuatan nasional,” katanya.

Sipil dan TNI Bersama Membangun Negeri

Dadan juga menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam pembangunan nasional. Ia mengaitkan hal tersebut dengan pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa pembangunan bangsa bukan pekerjaan pemerintah semata, melainkan membutuhkan kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

“Pesan Presiden Prabowo sangat relevan bahwa membangun bangsa bukan pekerjaan satu pihak. Sipil dan TNI harus berjalan bersama, saling menguatkan, dan mengambil peran sesuai tugas serta kewenangannya. TNI menjaga kedaulatan dan keamanan negara, sementara seluruh elemen sipil bersama-sama menggerakkan pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Dadan.

Menurut Dadan, sinergi tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bidang, termasuk pembangunan, penanggulangan bencana, ketahanan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan ketahanan nasional.

Ia menegaskan bahwa sinergi sipil dan TNI bukan berarti mencampuradukkan fungsi dan kewenangan, melainkan membangun kerja sama sesuai koridor konstitusi, hukum, dan tugas masing-masing.

“Negeri ini dibangun bersama. TNI adalah bagian dari rakyat dan rakyat merupakan kekuatan penting dalam pertahanan negara. Karena itu, semangat kebersamaan antara komponen pertahanan dan masyarakat harus terus dirawat untuk memperkuat Indonesia yang berdaulat, tangguh, dan maju,” katanya.

Dadan berharap momentum HUT ke-81 TNI menjadi pengingat bahwa menjaga kedaulatan dan membangun Indonesia merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Selamat HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia. Semoga TNI semakin profesional, modern, adaptif, dan senantiasa menjalankan tugas konstitusionalnya dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bersama rakyat, bersama seluruh komponen bangsa, mari kita membangun negeri dan memperkuat resiliensi nasional menuju Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan makmur,” tutup Dadan Nugraha. [IK/JB]

Exit mobile version