GARUT, JABARBICARA.COM – Harapan baru bagi dunia pendidikan anak usia dini di pelosok Kabupaten Garut mulai terlihat nyata. Program revitalisasi TK Bani Saleh di Kampung Babakan Jatisari RT 02 RW 08, Desa Mekarsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga Senin (19/10/2026), progres pembangunan dilaporkan telah melampaui 65 persen. Revitalisasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran Rp963.014.000 ini diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi anak-anak usia dini.
Transformasi tersebut menjadi angin segar bagi 22 peserta didik TK Bani Saleh yang selama ini menempuh pendidikan dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Pembangunan ini bukan sekadar memperbarui fisik bangunan, melainkan bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini.
Progres Melampaui 65 Persen, Harapan Kian Nyata
Berdasarkan dokumen data sekolah dan lampiran progres revitalisasi yang diterima redaksi, pembangunan telah melewati sejumlah tahapan, mulai dari persiapan lahan, pembongkaran, penggalian pondasi, pemasangan batu kali, hingga pembangunan struktur dan dinding bangunan.
Memasuki progres lebih dari 65 persen, bentuk bangunan baru mulai terlihat jelas. Dinding bata merah telah berdiri dan sejumlah ruang yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar mulai terbentuk.
Program revitalisasi tersebut mencakup pembangunan dua ruang kelas baru (RKB), satu ruang administrasi, dan satu fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Jika seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku, fasilitas baru tersebut diharapkan memberikan perubahan signifikan terhadap kualitas layanan pendidikan di TK Bani Saleh.
Namun, capaian progres fisik tetap perlu diiringi pengawasan kualitas pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis, keselamatan kerja, serta ketepatan waktu penyelesaian agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh para peserta didik.
Legalitas Jelas, 22 Anak Menaruh Harapan
TK Bani Saleh merupakan satuan pendidikan yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 69753243. Sekolah tersebut tercatat memiliki SK Pendirian Nomor 421/3814-DISDIK tertanggal 4 November 2010 serta dokumen operasional sebagaimana disampaikan dalam data sekolah.
Lembaga pendidikan ini dipimpin Kepala Sekolah Definitif, Heni Yanti, S.Pd., dengan pengelolaan yayasan yang dipimpin Faidah Yaty Nurhayaty.
Saat ini, TK Bani Saleh mendidik 22 anak, terdiri atas delapan siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan, yang terbagi dalam dua rombongan belajar, yakni TK A dan TK B.
Di balik angka tersebut, tersimpan perjuangan yang tidak kecil. Sejumlah peserta didik dilaporkan harus berjalan kaki sekitar satu hingga tiga kilometer untuk mencapai sekolah. Mereka berasal dari wilayah Desa Mekarsari, Lengkongjaya, dan Situsaeur.
Bagi anak-anak tersebut, sekolah bukan sekadar tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung. Sekolah merupakan ruang untuk membangun keberanian, mengenal lingkungan, mengembangkan potensi, serta menumbuhkan cita-cita sejak dini.
Data Dapodik yang disampaikan dalam dokumen sekolah juga mencatat 14 peserta didik yang dinilai layak menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Kelayakan tersebut tetap perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme verifikasi dan ketentuan program yang berlaku.
Kepala Sekolah Sambut Positif Program Revitalisasi
Kepala TK Bani Saleh, Heni Yanti, S.Pd., menyambut baik program revitalisasi yang diterima sekolahnya pada 2026.
Ia berharap pembangunan tersebut dapat meningkatkan semangat mengajar sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi anak-anak ketika mengikuti kegiatan pembelajaran.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan program revitalisasi ini. Mudah-mudahan setelah pembangunan selesai, kegiatan belajar mengajar semakin baik dan anak-anak merasa lebih nyaman di sekolah,” ungkap Heni.
Harapan tersebut menjadi gambaran bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak selalu dimulai dari program besar di perkotaan. Perbaikan fasilitas sekolah di tingkat desa pun memiliki arti penting, terutama bagi lembaga pendidikan yang melayani anak-anak dari lingkungan dengan keterbatasan akses.
Yayasan Minta Doa agar Pembangunan Berjalan Lancar
Terpisah, Humas Yayasan TK Bani Saleh, Hilman, yang juga berprofesi sebagai jurnalis, membenarkan bahwa sekolah tersebut memperoleh program revitalisasi pada tahun anggaran 2026.
Saat dikonfirmasi media di salah satu kafe di kawasan Pemerintah Daerah Garut belum lama ini, Hilman menyampaikan bahwa pekerjaan revitalisasi sedang berjalan dan diharapkan dapat terlaksana secara profesional.
Ia juga berharap proses pembangunan berjalan lancar, selesai sesuai rencana, serta mengikuti petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang berlaku.
“Mohon doa agar kegiatan revitalisasi ini berjalan lancar, sesuai rencana, serta mengikuti juklak dan juknis yang telah ditetapkan,” ujar Hilman singkat.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya komitmen seluruh pihak yang terlibat agar pembangunan tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga menghasilkan fasilitas pendidikan yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Revitalisasi PAUD, Investasi untuk Generasi Masa Depan
Revitalisasi satuan pendidikan anak usia dini memiliki arti strategis dalam memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan. Fasilitas yang memadai dapat membantu menciptakan proses pembelajaran yang lebih aman, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga mendorong perluasan akses PAUD, termasuk melalui penguatan layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sekolah dasar di wilayah yang belum memiliki akses memadai.
Dalam konteks tersebut, revitalisasi TK Bani Saleh menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat layanan pendidikan di tingkat lokal. Meski demikian, keberhasilan program tidak cukup diukur dari berdirinya bangunan baru. Kualitas pembelajaran, kompetensi pendidik, kelengkapan fasilitas, dan keberlanjutan pengelolaan sekolah juga harus menjadi perhatian.
Dukungan pemerintah daerah, masyarakat, yayasan, dan seluruh pemangku kepentingan dibutuhkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Jangan Berhenti pada Bangunan, Pastikan Manfaatnya Nyata
Progres pembangunan yang telah melampaui 65 persen patut disambut positif. Namun, pekerjaan yang masih berlangsung tetap membutuhkan pengawasan dan evaluasi hingga seluruh tahapan benar-benar tuntas.
Kesesuaian antara anggaran, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, kualitas material, dan hasil akhir perlu menjadi perhatian agar setiap rupiah uang negara memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Transparansi pelaksanaan serta dokumentasi kemajuan pekerjaan juga penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program revitalisasi.
Pada akhirnya, keberhasilan revitalisasi TK Bani Saleh tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat bangunan selesai, tetapi juga oleh seberapa besar perubahan yang dirasakan anak-anak ketika mereka kembali belajar di ruang yang lebih layak.
Dari Kampung Babakan Jatisari, sebuah pesan penting kembali ditegaskan: masa depan pendidikan tidak boleh dibatasi oleh letak geografis maupun keterbatasan fasilitas.
Sebab, di balik ruang kelas yang dibangun hari ini, ada mimpi anak-anak yang sedang disiapkan untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.
(JB/RF)

