GARUT, JABARBICARA.COM — Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Taofik Rofi Nugraha, mempertanyakan kejelasan aktivitas pertambangan emas PT Aneka Tambang Tbk (PT Antam) di Kabupaten Garut.
Hal itu disampaikan Taofik dalam dialog publik yang digelar Gerakan Pemuda Mahasiswa Peduli Bangsa (GPMPB), Jumat (30/1/2024), dengan tema “Tantangan dan Peluang Pertambangan Emas di Kabupaten Garut: Siapa Untung, Siapa Buntung”.
Taofik menyebut, terdapat informasi yang saling bertentangan terkait status aktivitas PT Antam di Garut. Dari audiensi dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), ia menerima keterangan bahwa PT Antam telah beroperasi. Namun, pernyataan tersebut berbeda dengan klarifikasi pimpinan PT Antam sebelumnya yang menyatakan belum ada operasi pertambangan di Garut.
Ia juga menyoroti pernyataan pegawai PT Antam yang menyebutkan bahwa kandungan emas di Garut sulit diekstraksi. Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai aktivitas yang sebenarnya dilakukan perusahaan.
“Masyarakat Garut berhak mendapatkan kejelasan dan transparansi,” ujar Taofik.
Ia menegaskan, jika PT Antam melakukan eksplorasi atau eksploitasi emas, perusahaan diminta membuka kantor resmi di Garut sebagai bentuk tanggung jawab dan keterbukaan. Sebaliknya, jika tidak ada kepastian dan manfaat nyata bagi masyarakat, aktivitas pertambangan dinilai sebaiknya dihentikan.
Taofik menambahkan, pemuda dan mahasiswa akan terus melakukan kontrol sosial agar pengelolaan sumber daya alam di Garut berjalan adil, transparan, dan berpihak pada masyarakat. [JB/MF]

