GARUT, JABARBICARA.COM – Teka-teki mengenai siapa sosok yang akan mengisi kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut pasca-pensiunnya Nurdin Yana pada Oktober mendatang kian menjadi sorotan publik. Dari tiga nama kandidat yang mencuat, sosok Drs. Bambang Hafidz Arifin dinilai memiliki keunggulan strategis sebagai figur “paket komplit”.
Analis Kebijakan Publik, Yadi Roqib Jabbar, mengungkapkan bahwa bursa calon Sekda saat ini mengerucut pada tiga nama besar, yakni Kepala Dinas Kesehatan dr. Lely Yuliani, Kepala Dinas PUPR Agus Ismail, dan Asisten Daerah (Asda) 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bambang Hafidz Arifin.
”Bambang Hafidz merupakan salah satu kandidat yang sangat diperhitungkan. Beliau memiliki rekam jejak birokrasi yang paripurna, mulai dari pengalaman kewilayahan hingga penegakan hukum daerah,” ujar Yadi dalam analisisnya, Minggu, (8/2/2026).
Rekam Jejak ‘Paripurna
Kesiapan Bambang Hafidz Arifin dalam bursa ini dinilai bukan tanpa alasan. Lulusan STPDN ini tercatat telah menyentuh berbagai sektor krusial di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut:
- Matang di Wilayah: Pengalaman menjabat sebagai Camat di tiga wilayah dengan karakteristik berbeda—mulai dari wilayah pesisir di Caringin, Samarang, hingga pusat pemerintahan sebagai Camat Garut Kota—memberinya pemahaman mendalam mengenai persoalan akar rumput.
- Ketegasan dan Integritas: Kapasitasnya teruji saat menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kabupaten Garut, di mana ia dituntut menjaga marwah Peraturan Daerah (Perda) dengan ketegasan dan nyali yang kuat.
- Pendekatan Humanis: Saat ini, perannya sebagai Asda 1 yang membidangi Kesra menunjukkan sisi humanisnya dalam merangkul tokoh agama, ulama, serta menangani isu-isu sosial kemasyarakatan.
Menjaga Stabilitas Birokrasi
Menurut Yadi, transisi kepemimpinan di level birokrasi tertinggi daerah memerlukan sosok yang mampu menjaga akselerasi pembangunan sekaligus stabilitas internal.
”Sosok Pak Bambang Hafidz ini unik. Beliau pernah sangat tegas sebagai Kasatpol PP, namun kini tampil sangat humanis di bidang Kesra. Kombinasi pengalaman lapangan dan manajerial ini menjadikannya figur yang paling siap menjaga stabilitas Garut ke depan,” lanjutnya.
Persaingan menuju kursi “Garut 3” ini diprediksi akan semakin ketat. Publik kini menanti siapa di antara ketiga kandidat terbaik tersebut yang akan dipilih untuk mendampingi pimpinan daerah dalam menahkodai birokrasi Kabupaten Garut di masa transisi mendatang. [JB/YR]

