Jelang Open Bidding, Just Info Garut Rilis Polling Jilid II Calon Sekda Garut 2026

Garut, Tokoh408 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM — Menjelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, H. Nurdin Yana, yang dijadwalkan pensiun pada Oktober 2026, dinamika menuju kursi birokrat tertinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut mulai menjadi perhatian publik. Pemerintah Kabupaten Garut sendiri dijadwalkan membuka proses seleksi terbuka (open bidding) jabatan Sekda pada Juli 2026 mendatang.

Di tengah menghangatnya pembicaraan publik terkait figur pengganti, platform media sosial Just Info Garut kembali merilis polling digital jilid II calon Sekda Garut 2026. Polling tersebut akan berlangsung mulai 23 Mei hingga 20 Juni 2026 sebagai ruang partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi mengenai sosok birokrat yang dinilai layak memimpin roda administrasi pemerintahan Kabupaten Garut.

Pada polling periode kedua ini, terdapat enam nama pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut yang masuk dalam bursa kandidat. Mereka merupakan pejabat dengan pengalaman birokrasi dan rekam jejak strategis di berbagai sektor pemerintahan.

Adapun enam nama yang masuk dalam polling tersebut yakni:

  1. Drs. Bambang Hafidz Arifin, M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Garut.
  2. H. Budi Gan Gan Gumilar, S.H., M.Si., Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
  3. dr. Leli Yuliani, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.
  4. Ir. Agus Ismail, M.Si., Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
  5. Ridwan Effendi, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM).
  6. Ridzky Ridznurdhin, S.H., M.Ak., Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
Baca Juga:  “Pelantikan Sarat Makna!” Bupati Garut Kukuhkan 5 Kades PAW, Peran Kabid Pemdes Disorot—Kusdimay, Purnabakti ASN yang Kini Mengabdi di Desa

Penanggung jawab polling sekaligus pemilik akun Just Info Garut, Yadi Roqib Jabbar, mengatakan bahwa polling ini diinisiasi sebagai sarana partisipasi digital masyarakat agar turut mengikuti dinamika pergantian kepemimpinan birokrasi di Kabupaten Garut.
“Polling ini kami hadirkan sebagai ruang keterlibatan publik. Masyarakat dapat ikut memberikan pandangan terhadap figur-figur yang dianggap memiliki kapasitas, integritas, dan pengalaman untuk memimpin birokrasi Garut ke depan,” ujar Yadi saat diwawancarai, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, enam nama yang masuk dalam polling merupakan figur-figur birokrat yang dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman di bidang pemerintahan. Namun demikian, polling tersebut tidak dimaksudkan sebagai penentu hasil akhir seleksi resmi.

Yadi menegaskan, keputusan terkait jabatan Sekda tetap berada pada mekanisme resmi panitia seleksi (pansel) yang akan berlangsung pada Juli 2026. Kendati demikian, hasil polling diharapkan dapat menjadi gambaran awal mengenai persepsi publik terhadap figur calon Sekda.

“Keputusan akhir tentu berada di tangan panitia seleksi resmi. Akan tetapi, kami berharap polling ini bisa menjadi cerminan dinamika aspirasi masyarakat dan respons publik terhadap calon-calon yang muncul,”pungkasnya.

Seiring semakin dekatnya tahapan seleksi terbuka, perhatian masyarakat terhadap figur calon Sekda diperkirakan akan terus meningkat. Posisi Sekda dinilai strategis karena menjadi motor penggerak birokrasi daerah sekaligus penghubung kebijakan kepala daerah dengan implementasi di seluruh perangkat daerah. (JB/RF)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *