Site icon JABARBICARA.COM

“GARUT UTARA MASUK FASE PENENTU! PM GATRA Ubah Strategi Perjuangan CDOB: Tak Lagi Sekadar Aspirasi, Kini Bergerak Menuju Kesiapan Nyata”

GARUT, JABARBICARA.COM — Perjuangan panjang pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Garut Utara memasuki babak baru. Di tengah dinamika kebijakan nasional serta kebutuhan penguatan kesiapan wilayah, Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM GATRA) resmi mengusung paradigma baru perjuangan yang dinilai lebih terukur, sistematis, adaptif, dan berbasis kesiapan nyata.
Momentum penting tersebut mengemuka dalam Rapat Terbatas Evaluasi Organisasi PM GATRA yang digelar di Kantor Sekretariat PM GATRA, Jalan Nasional Limbangan Nomor 234 Garut Utara, Senin (25/5/2026). Forum strategis itu membahas evaluasi internal organisasi sekaligus arah perjuangan CDOB Garut Utara menuju fase akhir yang dinilai semakin krusial.

Ketua Umum PM GATRA, Rd. H. Holil Aksan Umarzen, menegaskan bahwa perjuangan Garut Utara tidak lagi cukup hanya mengandalkan semangat aspirasi masyarakat, melainkan harus diperkuat dengan fondasi kesiapan teknis, kelembagaan, hingga pembangunan kawasan yang matang.

“Perjuangan hari ini harus naik kelas. Tidak hanya berbicara aspirasi, tetapi memperkuat kesiapan administratif, akademik, teknokratis, dan sosial kelembagaan agar Garut Utara hadir sebagai wilayah yang benar-benar siap ketika ruang kebijakan nasional terbuka,” ujarnya.


Paradigma Baru: Dari Menyuarakan Aspirasi Menjadi Menyiapkan Masa Depan

PM GATRA kini menggeser orientasi perjuangan menuju pola yang lebih konstruktif dan berbasis data. Dalam rapat tersebut, setidaknya terdapat empat arah besar paradigma perjuangan yang menjadi fokus organisasi;

Pertama, perjuangan diarahkan dari sekadar aspirasi menuju penguatan kesiapan teknis, mencakup data kependudukan, kajian akademik, proyeksi pembangunan, kesiapan pelayanan publik, hingga penguatan argumentasi objektif yang dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan hukum.

Kedua, dari sekadar konsolidasi gerakan menuju penguatan jejaring strategis. PM GATRA menilai kolaborasi dengan pemerintah, legislatif, akademisi, tokoh masyarakat, hingga unsur strategis lainnya menjadi faktor penting memperkuat legitimasi perjuangan.

Ketiga, perspektif perjuangan kini diperluas dari isu rentang kendali wilayah menuju penguatan pembangunan kawasan. Garut Utara dipandang memiliki potensi besar dalam pemerataan ekonomi, percepatan pelayanan publik, serta pengembangan wilayah berbasis potensi lokal.

Keempat, PM GATRA menegaskan perubahan pola pikir dari sekadar “menunggu” kebijakan nasional menuju mempersiapkan diri secara serius. Ketika peluang pembentukan daerah otonom baru terbuka, Garut Utara diharapkan hadir bukan sekadar siap secara administratif, tetapi juga matang secara sosial dan kelembagaan.

 

Pembenahan Organisasi Jadi Fondasi Utama

Dalam fase akhir perjuangan, PM GATRA menempatkan pembenahan organisasi sebagai prioritas strategis.
Menurut Holil, penguatan kelembagaan menjadi syarat mutlak agar perjuangan tidak kehilangan arah dan tetap berjalan terukur.

Beberapa agenda prioritas yang menjadi fokus pembenahan di antaranya penataan tata kelola kantor sekretariat, penguatan administrasi organisasi, penyempurnaan struktur kelembagaan, pembentukan Komite Persiapan Pemerintahan (KPP) tingkat kecamatan dan desa, hingga penguatan sistem konsolidasi internal.

Tidak hanya itu, PM GATRA juga mulai mendorong pengembangan badan usaha organisasi sebagai langkah membangun kemandirian kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan sejumlah lembaga pendukung berbadan hukum seperti koperasi, perseroan terbatas (PT), yayasan sosial, serta yayasan pendidikan yang diarahkan untuk menopang penguatan ekonomi kerakyatan dan kontribusi sosial organisasi.

 

PM GATRA Dituntut Adaptif dan Produktif

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Pemekaran PM GATRA sekaligus Ketua KPP PM GATRA, DR (HC) H. Asep Basyir, menekankan pentingnya organisasi bergerak lebih produktif dalam membaca peluang pembangunan kawasan.
Menurutnya, penguatan kapasitas organisasi tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan perjuangan CDOB, tetapi juga untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat Garut Utara.

“PM GATRA harus mampu hadir sebagai organisasi yang adaptif, produktif, dan mampu menangkap peluang pembangunan yang berpihak pada masyarakat,” ujarnya.

FGD Kajian Akademik UNPAD Jadi Momentum Penting
Dalam rapat tersebut, PM GATRA juga membahas agenda strategis berupa persiapan ekspose Focus Group Discussion (FGD) Kajian Akademis Terbaru CDOB Garut Utara yang disusun oleh LPPM Universitas Padjadjaran (UNPAD).
Kajian tersebut dipandang sebagai dokumen penting penguatan argumentasi perjuangan CDOB Garut Utara dan dijadwalkan akan diekspose pada 2 Juni 2026 bersama unsur terkait.

Selain itu, PM GATRA juga akan terus mencermati perkembangan regulasi nasional terkait pemerintahan daerah, kebijakan pembangunan wilayah, serta dinamika kebijakan mengenai pembentukan daerah otonomi baru.

 

“Sang Mata Pena Denyut Perjuangan Garut Utara”

Di tengah perjalanan panjang perjuangan tersebut, PM GATRA juga memberikan penghormatan khusus kepada sosok wartawan dan redaktur Fokusjabar.id, Bambang Fouristian, yang dinilai konsisten membersamai denyut perjuangan Garut Utara melalui karya jurnalistiknya.


Bagi PM GATRA, perjuangan tidak selalu hadir di garis depan. Ada mereka yang memilih menjaga perjalanan sejarah melalui dokumentasi, tulisan, dan informasi yang menjangkau ruang publik.
Melalui pemberitaan yang konsisten, Bambang dinilai berhasil menjaga isu perjuangan Garut Utara tetap hidup di tengah masyarakat, membangun perhatian publik, hingga ikut menggaungkan aspirasi menuju ruang-ruang kebijakan.

Sebagai bentuk penghormatan, PM GATRA memberikan julukan khusus kepada Bambang sebagai “Sang Mata Pena Denyut Pergerakan Garut Utara.”

“Tidak semua pejuang harus berdiri di depan. Sebagian memilih menjaga peristiwa agar tetap tercatat dan dikenang dalam perjalanan sejarah,” ujar Holil.

Berasal dari Kampung Warung, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Bambang dikenal aktif mendokumentasikan perjalanan panjang perjuangan CDOB Garut Utara melalui karya jurnalistik yang dinilai menjadi bagian penting dari memori kolektif perjuangan masyarakat.

Fase Penentuan semakin dekat
PM GATRA memandang fase perjuangan saat ini bukan lagi sekadar menjaga api aspirasi, tetapi memperkuat fondasi menuju kesiapan nyata.

Dengan semangat konsolidasi, penguatan kapasitas organisasi, dan kesiapan kelembagaan yang semakin dimatangkan, perjuangan CDOB Garut Utara diharapkan tetap berjalan secara konstruktif, aspiratif, dan selaras dengan ketentuan hukum yang berlaku. Garut Utara bergerak. Garut Utara bersiap. Garut Utara menatap masa depan. (JB/RF)

Exit mobile version