Site icon JABARBICARA.COM

Di Penghujung Pengabdian, Hj. Ade Rohmah Tinggalkan Jejak Emas Pendidikan Berkarakter di Garut

GARUT, JABARBICARA.COM – Pengabdian seorang pendidik sejatinya tidak diukur dari lamanya masa jabatan, melainkan dari nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi penerus. Filosofi itulah yang tercermin dari kepemimpinan Hj. Ade Rohmah, S.Pd., Kepala SDN 5 Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, yang dalam beberapa bulan mendatang akan memasuki masa purna bakti.

Di penghujung masa tugasnya, Hj. Ade Rohmah tidak hanya meninggalkan catatan prestasi bagi sekolah yang dipimpinnya, tetapi juga mewariskan budaya pendidikan yang religius, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Di bawah kepemimpinannya, SDN 5 Tegalpanjang tumbuh menjadi sekolah yang memadukan kecerdasan intelektual dengan penguatan akhlak dan kepedulian sosial.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembiasaan yang dilaksanakan secara konsisten. Setiap Jumat pagi, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan melaksanakan Shalat Dhuha berjamaah di halaman sekolah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah singkat yang menanamkan nilai keimanan, kejujuran, kedisiplinan, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta pentingnya menuntut ilmu sebagai bagian dari ibadah.

Budaya berbagi pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sekolah. Melalui pengumpulan infak secara sukarela setiap Jumat, para siswa dibiasakan untuk memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.

Suasana penuh makna kembali terlihat pada Jumat, 26 Juni 2026, yang bertepatan dengan pembagian rapor Tahun Ajaran 2025–2026. Setelah rangkaian ibadah dan tausiah, sekolah memberikan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi di setiap kelas sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar dan kerja keras mereka selama satu tahun.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim beserta bantuan perlengkapan sekolah. Wajah-wajah ceria para penerima santunan menjadi gambaran bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menghadirkan kasih sayang dan kepedulian yang nyata.

Program santunan tersebut telah menjadi agenda rutin SDN 5 Tegalpanjang. Salah satu sosok yang selama ini konsisten mendukung kegiatan sosial tersebut adalah Ai Supeni, yang akrab disapa Ceu Hj. Maxima, seorang pengusaha Milagros Garut.

Perjalanan hidup Ai Supeni menjadi inspirasi tersendiri. Berawal sebagai guru honorer di Kecamatan Sucinaraja, ia kemudian berhasil membangun usahanya hingga berkembang. Namun di tengah kesuksesannya, ia tetap menjaga komitmen untuk berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim dan dunia pendidikan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diterimanya.

Momen yang paling mengharukan terjadi menjelang berakhirnya kegiatan. Siswa-siswi Kelas IV bersama para orang tua murid secara spontan memberikan kejutan berupa sebuah kue ucapan terima kasih kepada Ai Supeni. Kue bertuliskan “Terima Kasih Bu Hj. Ai” menjadi simbol penghargaan atas ketulusan dan kepedulian yang selama ini ia tunjukkan.

Suasana haru pun menyelimuti halaman sekolah. Senyum, tepuk tangan, dan rasa syukur berpadu dalam kebersamaan yang sederhana namun penuh makna. Momen tersebut menjadi bukti bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan selalu meninggalkan jejak di hati banyak orang.

Selain membangun budaya religius, SDN 5 Tegalpanjang juga berhasil mencatatkan berbagai prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi guru dan peserta didik terus meningkat berkat sinergi yang erat antara sekolah, komite sekolah, orang tua, para donatur, serta dukungan berbagai pihak, termasuk insan media.

Bagi Hj. Ade Rohmah, keberhasilan pendidikan bukan sekadar angka dalam rapor ataupun banyaknya piala yang diraih. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika sekolah mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Di tengah keterbatasan sarana dan akses menuju sekolah yang berada di lingkungan permukiman, SDN 5 Tegalpanjang membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh kemegahan bangunan. Yang menjadi kekuatan utama adalah keteladanan para pendidik, kebersamaan seluruh warga sekolah, dan komitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai kehidupan.

Menjelang akhir masa pengabdiannya, Hj. Ade Rohmah meninggalkan sebuah warisan yang jauh lebih berharga daripada sekadar prestasi. Ia mewariskan budaya sekolah yang religius, semangat berbagi, kepedulian sosial, dan keteladanan dalam mendidik. Jejak emas itulah yang akan terus hidup, menginspirasi, dan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi penerus yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.(JB/RF)

Exit mobile version