GARUT, JABARBICARA.COM – Langkah tegap dan semangat juang generasi muda mewarnai prosesi pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.
Sebanyak 29 putra-putri terbaik dari sejumlah satuan pendidikan resmi dikukuhkan sebagai Paskibra Kecamatan Bayongbong yang akan mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di lantai dua Aula Kantor Kecamatan Bayongbong, Garut, Minggu malam, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 19.45 WIB.
Pengukuhan dipimpin langsung Camat Bayongbong Jeje Jenal Abidin, disaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para kepala sekolah, orang tua dan wali calon Paskibra, unsur pendidikan, organisasi kepemudaan, serta sejumlah tamu undangan.
Suasana khidmat terasa sejak awal hingga berakhirnya prosesi. Di hadapan para pembina, orang tua, dan unsur pemerintahan, para anggota Paskibra mengemban amanah bukan sekadar sebagai petugas upacara, tetapi sebagai representasi generasi muda Bayongbong yang diharapkan memiliki disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, serta karakter kuat.
Ditempa Sejak Mei, Jalani Pelatihan Intensif
Pembina Paskibra Kecamatan Bayongbong, Misdi, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan Paskibra tahun 2026 merupakan bagian dari upaya meningkatkan peran generasi muda yang berkarakter sekaligus mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas.
Menurutnya, proses pembentukan Paskibra dilakukan melalui tahapan yang cukup panjang dan intensif.
“Dalam rangka meningkatkan peran generasi muda berkarakter dan menyongsong Generasi Indonesia Emas, kami menyelenggarakan pelatihan secara intensif,” ujar Misdi dalam laporannya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan seleksi pada 16 Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan latihan sejak 31 Mei hingga 14 Agustus 2026, serta kegiatan karantina menjelang pelaksanaan upacara.
Rangkaian tersebut menjadi proses pembentukan mental dan kedisiplinan bagi para calon Paskibra agar mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Enam Sekolah Kirim Putra-Putri Terbaik
Berdasarkan laporan Pembina Paskibra Kecamatan Bayongbong, sebanyak 29 siswa berasal dari enam satuan pendidikan.
Rinciannya:
- MA Miftahul Anwar mengutus 2 orang siswa.
- SMA Bina Mandiri Sukamanah mengutus 1 orang siswa.
- SMAN 19 Garut mengutus 12 orang siswa.
- SMK Bhakti Adi Husodo mengutus 2 orang siswa.
- SMK Kesehatan Bhakti Kencana Garut mengutus 7 orang siswa.
- SMKN 9 Garut mengutus 5 orang siswa.
Ke-29 siswa tersebut selanjutnya menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Kecamatan Bayongbong untuk menjalankan tugas pada momentum sakral peringatan kemerdekaan.
Bukan Sekadar Mengibarkan Bendera
Pengukuhan Paskibra bukan sekadar seremoni menjelang peringatan HUT Kemerdekaan. Di balik seragam dan langkah tegap mereka, tersimpan pesan tentang tanggung jawab generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Tugas mengibarkan bendera Merah Putih menuntut ketepatan, kekompakan, kedisiplinan, keberanian, dan kesiapan mental.
Karena itu, proses latihan yang berlangsung berbulan-bulan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter para anggota Paskibra.
Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk berdiri di lapangan upacara, tetapi juga diharapkan mampu membawa nilai kedisiplinan dan nasionalisme tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dihadiri Forkopimcam hingga Orang Tua
Prosesi pengukuhan berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan. Kehadiran orang tua dan wali calon Paskibra menambah nuansa emosional dalam acara tersebut.
Turut hadir jajaran Forkopimcam Bayongbong, para kepala sekolah asal anggota Paskibra, serta sejumlah unsur pemerintahan, pendidikan, kesehatan, keagamaan, kepemudaan, dan organisasi masyarakat.
Di antaranya Danramil 1113 Bayongbong, Kapolsek Bayongbong, Camat Bayongbong, Kepala UPT Puskesmas Bayongbong, Kepala UPT Puskesmas Cilimus, Korwil Kecamatan Bayongbong, Ketua KUA Bayongbong, Ketua MUI Bayongbong Najahan, Ketua KNPI Bayongbong, Pembina Pramuka Bayongbong, Ketua Gerakan Pramuka Kwarran Bayongbong, serta Hj. Riyani Rahmawati, S.Pd.
Para kepala sekolah yang hadir antara lain dari MA Miftahul Anwar, SMA Bina Mandiri, SMA Negeri 19 Garut, SMK Adi Husodo, SMK Kesehatan Bhakti Kencana Garut, dan SMK Negeri 9 Garut.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap proses pembinaan generasi muda sekaligus penghargaan terhadap perjuangan para siswa yang telah melewati tahapan seleksi dan pelatihan.
Kini, 29 putra-putri terbaik Bayongbong telah resmi menyandang amanah sebagai Paskibra.
Di balik langkah tegap mereka, ada harapan besar: Merah Putih berkibar sempurna, tugas ditunaikan dengan kehormatan, dan semangat kemerdekaan terus hidup dalam dada generasi muda Bayongbong.(JB/RF)

