Site icon JABARBICARA.COM

SELEKSI OLTRAD KORMI SUCINARAJA TUNTAS, 33 PESERTA TERPILIH: “KAULINAN BARUDAK BAHEULA” KEMBALI DIHIDUPKAN

GARUT, JABARBICARA.COM – Rangkaian seleksi calon Kontingen Kecamatan Sucinaraja untuk ajang Olahraga Tradisional (OLTRAD) KORMI Kabupaten Garut resmi berakhir, Jumat (4/9/2026).

Seleksi hari terakhir digelar di Lapangan SDN 2 Tenjonagara, Kecamatan Sucinaraja, dan berlangsung lancar tanpa kendala. Dari rangkaian seleksi selama tiga hari, sebanyak 33 peserta terpilih untuk memperkuat Kontingen Kecamatan Sucinaraja pada lima cabang perlombaan.

Informasi tersebut disampaikan Opik Lesmana, saat dihubungi JABARBICARA.COM melalui WhatsApp, Jumat (4/9/2026).

“Iya, hari terakhir, di Lapangan SDN 2 Tenjonagara,” ujar Opik.

Ia memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai harapan.

“Tidak ada kendala dalam tahap seleksi. Alhamdulillah sukses dan lancar,” katanya.

Bukan Sekadar Mencari Juara

Menurut Opik, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pencarian peserta terbaik untuk menghadapi kompetisi tingkat Kabupaten Garut. Lebih dari itu, seleksi OLTRAD menjadi momentum memperkuat silaturahmi, kekompakan, dan kerja sama para guru PJOK di Kecamatan Sucinaraja.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini mampu membangun tali silaturahmi, menjaga kekompakan dan kerja sama antara Guru PJOK Kecamatan Sucinaraja di bawah naungan KKG PJOK dan KOK Kecamatan Sucinaraja,” tuturnya.

Ia berharap semangat tersebut terus berkembang dan mampu menghidupkan kembali berbagai permainan olahraga tradisional yang dahulu menjadi bagian dari keseharian anak-anak.

“Semoga bisa menghidupkan kembali permainan olahraga tradisional (Kaulinan Barudak Baheula) di Kecamatan Sucinaraja khususnya, pada umumnya untuk Kabupaten Garut,” ujarnya.

Menjaga Tradisi di Tengah Gempuran Era Digital

Harapan tersebut menjadi penting karena permainan tradisional kini semakin jarang dimainkan anak-anak. Perubahan pola aktivitas dan kuatnya pengaruh teknologi membuat permainan yang dahulu tumbuh di lingkungan masyarakat perlahan mulai tersisih.

OLTRAD hadir bukan hanya sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai salah satu ruang untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, nilai kebersamaan, kedisiplinan, ketangkasan, kerja sama dan sportivitas dapat dibangun secara bersamaan.

Rangkaian seleksi yang berlangsung pada 2–4 September 2026 juga menjadi bukti bahwa lingkungan pendidikan Kecamatan Sucinaraja memiliki perhatian terhadap keberadaan olahraga tradisional.

Sebanyak 21 sekolah dengan total 180 peserta sebelumnya mengikuti proses seleksi yang terbagi dalam lima mata lomba, yakni Hadangan, Dagongan, Egrang, Sumpitan dan Tarumpah Panjang.

Kini, setelah melewati proses seleksi, 33 peserta terpilih menjadi bagian dari Kontingen Kecamatan Sucinaraja.

Mereka tidak hanya membawa misi untuk meraih prestasi, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk memperkenalkan dan menjaga keberlangsungan olahraga tradisional.

Dari lapangan sekolah, semangat itu tumbuh. Dari tangan generasi muda, tradisi kembali diwariskan.

Karena “Kaulinan Barudak Baheula” bukan sekadar permainan masa lalu, tetapi warisan budaya yang layak dijaga agar tetap hidup di masa depan.Salam Olahraga! (JB/RF)

Exit mobile version