GARUT, JABARBICARA.COM – Harapan para petani di Kampung Pasirjengjing, Desa Simpangsari, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, untuk memiliki saluran irigasi yang lebih baik akhirnya terwujud.
Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A) di wilayah tersebut telah rampung dikerjakan dan kini memasuki masa pemeliharaan.
Bagi para petani, selesainya pembangunan bukan sekadar berdirinya bangunan fisik. Saluran irigasi tersebut menjadi bagian penting dari keberlangsungan aktivitas pertanian, terlebih di tengah datangnya musim hujan.
Ketua Kelompok P3A Kampung Pasirjengjing, Mas Karno, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat petani.
“Alhamdulillah proyeknya sudah rampung dan sekarang masuk masa pemeliharaan. Para petani sangat senang karena saat musim hujan ini saluran irigasi sudah bisa digunakan untuk mengairi sawah,” ujar Karno saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9/2026).
Dikerjakan Warga, Manfaat Kembali ke Masyarakat
Karno menjelaskan, pelaksanaan pembangunan P3A turut melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Menurutnya, keterlibatan warga lokal memberikan manfaat ganda karena selain membangun infrastruktur pertanian, program tersebut juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Yang mengerjakannya juga orang setempat. Ini bentuk pemberdayaan untuk warga sekitar,” katanya.
Ia juga memastikan proses pengerjaan berjalan dengan baik, termasuk dari sisi ketersediaan material.
“Kalau terkait bahan material sangat cukup dan tidak kekurangan,” ungkapnya.
Bukan Sekadar Saluran Air, Tapi Harapan Petani
Bagi masyarakat Pasirjengjing, keberadaan saluran irigasi memiliki arti penting. Air merupakan salah satu penopang utama keberlangsungan pertanian. Ketika pengairan berjalan baik, petani memiliki peluang lebih besar untuk mengelola sawah secara optimal.
Karena itu, rampungnya pembangunan P3A disambut bukan hanya dengan rasa lega, tetapi juga harapan agar perhatian terhadap infrastruktur pertanian di tingkat desa terus berlanjut.
Karno menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian dan dukungan terhadap kebutuhan petani.
“Atas nama kelompok tani dan seluruh warga Kampung Pasirjengjing, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian dan dukungannya kepada para petani,” tuturnya.
Ia berharap program serupa tidak berhenti pada satu pembangunan, tetapi terus berkesinambungan sehingga infrastruktur pertanian semakin baik dan kesejahteraan petani ikut meningkat.
“Semoga program-program seperti ini terus berlanjut agar pertanian kami semakin maju,” pungkasnya.
Ketahanan Pangan Dimulai dari Sawah
Rampungnya saluran irigasi P3A di Pasirjengjing menjadi pengingat bahwa pembangunan pertanian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Bagi petani, saluran air yang berfungsi dengan baik bisa berarti banyak: sawah yang lebih terjamin pengairannya, tanaman yang lebih terawat, hasil panen yang diharapkan meningkat, dan dapur keluarga yang tetap mengepul.
Di balik setiap hamparan sawah, ada kerja keras petani yang menggantungkan kehidupan dari tanah dan air.
Karena itu, ketika perhatian pemerintah hadir dalam bentuk infrastruktur yang benar-benar dirasakan manfaatnya, ucapan “terima kasih” dari para petani bukan sekadar basa-basi. Itu adalah ungkapan syukur karena masih ada harapan untuk menjaga sawah, meningkatkan produksi, dan mempertahankan kehidupan dari sektor pertanian.
Dengan berfungsinya saluran irigasi tersebut, para petani Pasirjengjing berharap aktivitas pertanian dapat berlangsung lebih optimal dan ketahanan pangan di wilayah Cisurupan semakin kuat.(JB/RF)

