GARUT, JABARBICARA.COM — Pemerintah Desa Mekarwangi, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027, sekaligus Musyawarah Desa dalam rangka penetapan RKP Desa Tahun 2027.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, tersebut menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan arah pembangunan Desa Mekarwangi agar lebih terarah, partisipatif, dan sesuai kebutuhan warga.
Musyawarah dihadiri Bhabinkamtibmas Desa Mekarwangi Dani Supriadi, Babinsa Haryanto, Pendamping Desa Rega Hadi, Penyuluh DPPKBPPPA Sukawening Risma Nurhayati, Ketua Posyandu, anggota BPD Wawat Setiawati dan Winda Suwandi, Kepala Sekolah Asyisyifa, Kepala UPT Pertanian Sukawening Imas, Kasi Kesra Kecamatan Sukawening Widodi, Sekretaris Kecamatan Sukawening Ayi Suryana, Ketua LPM Asep Deni, para ketua RT/RW, kader Posyandu, serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.
Lima Program Prioritas Jadi Usulan Pembangunan
Kepala Desa Mekarwangi, Cahdiyana, menyampaikan sejumlah program pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah desa, sekaligus berbagai usulan yang telah dan akan diperjuangkan melalui pemerintah kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat.
Sedikitnya terdapat lima program prioritas yang menjadi perhatian, yakni pembangunan jembatan, jalan lingkungan (jaling), jalan usaha tani, rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu), serta tembok penahan tanah (TPT) pertanian.
Menurut Cahdiyana, sejumlah program telah direalisasikan, salah satunya program Rutilahu. Pemerintah desa, kata dia, terus berupaya maksimal agar kebutuhan pembangunan masyarakat dapat ditangani secara bertahap.
Arah pembangunan tersebut menjadi penting karena kebutuhan masyarakat di tingkat desa tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut akses ekonomi, pertanian, keselamatan lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup warga.
Sekmat: Pembangunan Desa Tak Bisa Berjalan Tanpa Dukungan Masyarakat
Sekretaris Kecamatan Sukawening, Ayi Suryana, yang hadir mewakili Camat Sukawening, menegaskan bahwa Musrenbangdes bukan sekadar agenda administratif tahunan. Forum tersebut harus menjadi ruang bersama untuk merumuskan pembangunan yang benar-benar berpijak pada kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ayi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Desa Mekarwangi, BPD, para kepala UPT, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh unsur yang hadir dan mengikuti proses perencanaan pembangunan.
Menurutnya, pemerintah desa tidak dapat menjalankan pembangunan secara maksimal tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat.
“Pemerintah desa, kepala desa, tidak bisa membangun tanpa dukungan masyarakat desa. Proses perencanaan membutuhkan masukan-masukan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar peran aktif masyarakat dan semangat swadaya terus ditumbuhkan dalam setiap proses pembangunan desa.
“Peran aktif masyarakat dan swadaya masyarakat dalam pembangunan di desa perlu terus ditumbuhkan,” katanya.
Ayi menilai keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan menjadi bagian penting agar pembangunan yang dirumuskan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Masa Jabatan BPD Berakhir Februari 2027
Dalam kesempatan tersebut, Ayi Suryana juga mengingatkan masyarakat bahwa masa jabatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) akan berakhir pada Februari 2027.
Karena itu, masyarakat diharapkan mulai mempersiapkan diri menghadapi proses yang berkaitan dengan berakhirnya masa jabatan BPD tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain membahas perencanaan pembangunan, forum Musrenbangdes juga menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi berbagai agenda pemerintahan desa ke depan.
Musrenbangdes RKP Desa Mekarwangi kemudian secara resmi dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Sukawening Ayi Suryana yang mewakili Camat Sukawening.
Tiga Pilar Ingatkan Ancaman Bencana Musim Hujan
Sementara itu, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, serta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana memasuki musim hujan.
Masyarakat diingatkan agar saluran air, drainase, dan sejumlah titik aliran air di lingkungan masing-masing dibersihkan dari sampah maupun tanaman liar yang berpotensi menghambat aliran.
Langkah sederhana tersebut dinilai penting sebagai bagian dari mitigasi dini untuk mengurangi risiko banjir maupun bencana lainnya yang dapat terjadi ketika curah hujan meningkat.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan desa tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan dan mengantisipasi potensi bencana.
Seluruh rangkaian Musrenbangdes dan Musyawarah Desa di Desa Mekarwangi berlangsung lancar, tertib, dan kondusif.
Forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan RKP Desa Tahun 2027 yang benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat, memiliki skala prioritas yang jelas, serta dapat menjadi pijakan pembangunan Desa Mekarwangi secara berkelanjutan.
(JB/RF)

