Lambat Direspon, Reruntuhan Benteng SDN 2 Pataruman Ancam Keselamatan Siswa

Garut, Peristiwa344 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Sudah lebih dari dua pekan sejak ambruknya benteng pembatas SDN 2 Pataruman pada 3 April lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan atau perhatian serius dari Pemerintah Daerah maupun Dinas Pendidikan setempat. Kondisi ini memicu keresahan mendalam di kalangan guru dan orang tua murid yang mengkhawatirkan keselamatan anak-anak di sekolah.

Ancaman Kecelakaan Mengintai

Lokasi benteng yang roboh sepanjang 7,5 meter tersebut kini menjadi area terbuka yang berbahaya. Kepala Sekolah SDN 2 Pataruman, para guru, dan orang tua murid melaporkan rasa was-was setiap kali jam istirahat tiba. Tanpa pagar pembatas yang permanen, area tersebut rawan menjadi titik kecelakaan bagi siswa yang beraktivitas di lapangan sekolah.

“Kami sangat khawatir. Anak-anak sulit dikontrol saat bermain, sementara material reruntuhan dan area yang terbuka itu sangat berisiko. Kami sudah melapor secara resmi, tapi sampai hari ini hanya janji yang kami terima, bukan perbaikan,” ungkap salah satu perwakilan orang tua murid.

 

Keluhan Atas Kelalaian Pemerintah

Meskipun Berita Acara Kejadian telah disampaikan segera setelah bencana terjadi, pihak sekolah merasa dibiarkan menangani dampak kerusakan sendirian. Kurangnya respon dari Dinas Pendidikan dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap keselamatan infrastruktur pendidikan.
Pihak sekolah dan wali murid menuntut agar:

  1. Dinas Pendidikan segera turun tangan melakukan renovasi permanen sebelum memakan korban.
  2. Pemerintah Daerah memberikan atensi khusus terhadap mitigasi bencana di lingkungan sekolah.
  3. Adanya transparansi anggaran, terkait dana darurat bencana untuk sarana pendidikan.

 

Kondisi Terkini

Saat ini, area hanya dibatasi oleh tanda pengaman seadanya yang tidak cukup kuat untuk menghalau aktivitas siswa. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, dikhawatirkan tanah di sekitar lokasi akan semakin tergerus dan memperluas kerusakan yang ada.
Warga sekolah berharap berita ini menjadi teguran keras bagi pemangku kebijakan agar tidak menunggu adanya korban jiwa sebelum mengambil tindakan nyata.

Kontak Informasi/Narasumber:

  • Pihak SDN 2 Pataruman
  • Komite Sekolah / Perwakilan Orang Tua Murid

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *