BERAWAL DARI PERSELISIHAN, BERAKHIR DALAM PELUKAN! GURU DAN ORANG TUA SISWA SMPN 1 WANARAJA SEPAKAT DAMAI

Garut, Pendidikan66 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM — Perselisihan yang sebelumnya menjadi perhatian di lingkungan SMP Negeri 1 Wanaraja akhirnya menemukan titik temu. Setelah melalui proses komunikasi, silaturahmi dan musyawarah, pihak guru perempuan berinisial V dan pihak keluarga salah satu siswa kelas VII sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Idwan HUTRI

Prosesi perdamaian berlangsung di ruang Kepala SMPN 1 Wanaraja, Senin, 14 September 2026, usai pelaksanaan upacara bendera Merah Putih yang dipimpin Camat Wanaraja.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting setelah persoalan sebelumnya mendapat perhatian publik. Para pihak duduk bersama, menyampaikan pandangan masing-masing, membuka ruang komunikasi dan bermusyawarah untuk mencari penyelesaian terbaik.

Suasana haru dan penuh kekeluargaan pun terlihat ketika kedua pihak akhirnya sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan. Momen tersebut ditandai dengan saling berjabat tangan dan berpelukan sebagai simbol berakhirnya perselisihan.

Kesepakatan perdamaian tersebut selanjutnya dituangkan secara resmi dalam berita acara perdamaian yang disepakati oleh para pihak.

Baca Juga:  MARAK PERUNDUNGAN DI SEKOLAH, JAJANG SAEPUlLOH: PENDIDIKAN KARAKTER HARUS JADI PRIORITAS

DISAKSIKAN PIHAK TERKAIT

Proses perdamaian tersebut turut disaksikan sejumlah unsur yang berkepentingan dalam penyelesaian persoalan di lingkungan sekolah.

Di antaranya Komite Sekolah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala SMPN 1 Wanaraja, Humas SMPN 1 Wanaraja serta wali kelas.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses penyelesaian berlangsung secara terbuka, tertib, kekeluargaan dan bertanggung jawab.

Musyawarah tersebut juga menjadi ruang bagi para pihak untuk saling mendengarkan sekaligus mencari jalan keluar yang dapat diterima bersama.

KOMUNIKASI DAN MUSYAWARAH JADI JALAN PENYELESAIAN

Penyelesaian persoalan ini tidak terlepas dari komunikasi yang dibangun oleh pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, komite sekolah dan unsur terkait.

Sejak persoalan mencuat, upaya mempertemukan para pihak terus dilakukan melalui pendekatan persuasif, silaturahmi dan dialog. Tujuannya agar persoalan dapat diselesaikan secara proporsional serta tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Para pihak bersedia bertemu, menyampaikan pandangan masing-masing dan memilih jalan musyawarah hingga tercapai kesepakatan damai.

Baca Juga:  GMNI, IMM, & KAMMI Garut Gelar Diskusi Publik: Bedah Strategi dalam Meningkatkan IPM Kabupaten Garut

Penyelesaian ini menunjukkan bahwa persoalan di lingkungan pendidikan dapat ditempuh melalui pendekatan dialogis dan kekeluargaan, selama semua pihak memiliki kemauan untuk saling mendengarkan dan mencari solusi.

DAMAI DEMI MASA DEPAN ANAK

Berakhirnya perselisihan tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga siswa maupun lingkungan SMPN 1 Wanaraja.

Sekolah bukan sekadar tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan serta mempersiapkan generasi masa depan.

Karena itu, perdamaian yang telah dicapai diharapkan menjadi awal untuk kembali membangun suasana sekolah yang aman, nyaman, kondusif dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Yang tidak kalah penting, penyelesaian secara damai diharapkan dapat mencegah persoalan meninggalkan luka berkepanjangan bagi para pihak. Kesediaan untuk saling memaafkan menjadi langkah penting untuk membuka lembaran baru.

Peristiwa tersebut sekaligus memberikan pesan bahwa ketika semua pihak bersedia duduk bersama, mendengarkan, memahami dan bermusyawarah, jalan keluar dari sebuah persoalan selalu terbuka.

Baca Juga:  Pemkab Garut Perkuat SDM Keuangan, 10 PNS Baru dari PKN STAN Dilantik

Gerak cepat pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, komite sekolah serta unsur terkait dalam memfasilitasi komunikasi para pihak menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan.

Pada akhirnya, penyelesaian sebuah persoalan bukan semata-mata tentang siapa yang menang atau kalah.

Yang jauh lebih penting adalah persoalan dapat diselesaikan secara bermartabat, hubungan kembali baik, dan peserta didik dapat kembali belajar dengan tenang serta nyaman.

Dari perselisihan menuju perdamaian. Dari ketegangan menuju silaturahmi. Dari sebuah persoalan, lahir pelajaran penting bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang kemanusiaan, keteladanan dan kemampuan menyelesaikan perbedaan dengan cara yang bijaksana.

Jabarbicara.com akan terus mengedepankan pemberitaan yang berimbang, edukatif dan bertanggung jawab, dengan tetap menjunjung kepentingan terbaik bagi dunia pendidikan dan peserta didik.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *