Site icon JABARBICARA.COM

Ironi di Legok Samanggen: Langit Masih Cerah, Namun Air Sudah Mengepung Pemukiman

GARUT, JABARBICARA.COM – Suasana Sabtu sore (11/4/2026) di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, menyimpan kegetiran yang mendalam. Di saat langit belum juga menumpahkan rintik hujan, warga Kampung Legok Samanggen justru harus kembali bergelut dengan genangan air yang mengepung wilayah mereka.

Aliran air deras yang tak tertampung mendadak meluap, mengubah jalanan desa menjadi sungai kecil. Para pengguna jalan terpaksa memacu kendaraan dengan ekstra waspada, memecah genangan yang datang tanpa peringatan hujan di lokasi tersebut.

“Kondisi belum hujan, tapi limpahan air sudah deras begini. Saluran tidak mampu menampung,” keluh salah satu warga dengan nada getir saat melintas di tengah genangan, Sabtu sore [11/4/2026].

Pemandangan memilukan juga terekam dalam unggahan status WhatsApp pribadi Kepala Desa Wanajaya, Iip Firman Nurdin. Dalam video singkat tersebut, tampak anak-anak kecil berjalan kaki menerjang air setumit orang dewasa. Langkah-langkah kecil mereka di tengah genangan air menjadi potret nyata betapa rapuhnya infrastruktur drainase di wilayah tersebut.

“Padahal belum hujan,” keterangan Iip dalam unggahannya, sebuah kalimat singkat yang sarat akan ironi dan rasa lelah atas kondisi yang terus berulang.

 

Akar Masalah dan Desakan Solusi

Tingginya intensitas hujan di wilayah hulu sejak awal April 2026 disinyalir menjadi penyebab utama. Namun, masalah klasiknya tetap sama: penyempitan saluran air dan tumpukan sampah yang membuat drainase tak lagi berdaya menahan debit air kiriman.

Meski BPBD Kabupaten Garut telah menggelar Rapat Koordinasi Pascabencana pada 8 April lalu, warga menilai pertemuan di atas meja tidaklah cukup.

Kepala Desa Wanajaya, Iip Firman Nurdin, secara tegas mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Garut untuk segera memberikan solusi nyata dan permanen, bukan sekadar penanganan darurat yang bersifat sementara. Harapan yang tersisa,
Kini masyarakat Kampung Legok Samanggen hanya bisa menaruh harap pada ketegasan pemerintah. Mereka tidak butuh janji yang hanyut bersama air, melainkan langkah konkret perbaikan drainase agar anak-anak mereka tak perlu lagi berjalan di tengah banjir dan genangan Air setiap kali musim penghujan tiba.

Bagi warga Wanajaya, setiap mendung di ufuk timur kini menjadi horor yang menakutkan. Mereka menunggu, kapan kiranya langkah nyata Pemkab Garut akan benar-benar menyentuh tanah mereka yang basah. (JB/RF)

Exit mobile version