GARUT,JABARBICARA.COM– Suasana haru, bahagia, dan penuh suka cita menyelimuti prosesi pelepasan puluhan siswa-siswi kelas XII SMA IT Al-Kafi Cigedug Tahun Ajaran 2025–2026. Kegiatan yang berlangsung secara sederhana itu justru menghadirkan kehangatan yang begitu membekas bagi para siswa, orang tua, guru, dan seluruh tamu undangan yang hadir.
Momen penuh kenangan tersebut turut dibagikan Ketua Yayasan Darul Arham Almaqdiyah, Dani Hamdani, S.Pd.I., melalui status WhatsApp pribadinya. Gelak tawa para siswa saat mengenang perjalanan belajar, bercampur dengan air mata haru ketika harus berpisah dengan teman seperjuangan dan para guru yang telah mendampingi selama tiga tahun terakhir.
Bertempat di lingkungan SMAS Islam Terpadu Al-Kafi Desa Sindangsari Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, acara pelepasan Angkatan XI itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, para kepala desa di wilayah Kecamatan Cigedug, tokoh pendidikan, orang tua siswa, serta keluarga besar Yayasan Darul Arham Almaqdiyah.
Dengan mengusung tema:
“Dengan Berpisah Bukan Berarti Kita Berjauhan, Namun Dapat Meraih Impian dan Tujuan,”
prosesi lepas pisah berlangsung khidmat namun tetap sarat keakraban.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Darul Arham Almaqdiyah, Dani Hamdani, S.Pd.I., mengingatkan para lulusan agar tidak pernah berhenti belajar dan terus menjaga akhlak sebagai bekal utama menghadapi kehidupan yang semakin kompetitif.
“Perpisahan ini bukan akhir dari perjalanan. Ini adalah awal untuk melangkah lebih jauh dalam meraih cita-cita. Jagalah nama baik keluarga, almamater, dan teruslah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Di balik kesederhanaan acara tersebut, tersimpan kiprah besar Yayasan Darul Arham Almaqdiyah dalam memajukan pendidikan di wilayah Cigedug dan sekitarnya. Di bawah kepemimpinan Dani Hamdani, yayasan tidak hanya mengelola pendidikan formal, tetapi juga memberikan akses pendidikan yang luas melalui berbagai jenjang.
Mulai dari pendidikan usia dini, pendidikan formal, hingga pendidikan kesetaraan, seluruhnya menjadi bagian dari ikhtiar yayasan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Langkah tersebut sejalan dengan upaya mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya melalui sektor pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan daerah.
Dani Hamdani juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang aktif di lingkungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Dedikasinya dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang sempat putus sekolah menjadi bukti nyata bahwa pendidikan harus hadir untuk semua kalangan, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
Keberadaan SMA IT Al-Kafi Cigedug pun menjadi bagian dari ikhtiar panjang tersebut. Sekolah ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berupaya membentuk generasi berkarakter, religius, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Bagi para siswa kelas XII Angkatan XI, pelepasan bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah ruang untuk mengabadikan perjuangan, mengenang kebersamaan, dan menumbuhkan harapan baru.
Di tengah segala keterbatasan, kesederhanaan justru menghadirkan makna yang mendalam. Tidak ada kemewahan yang berlebihan, namun ada doa-doa yang dipanjatkan, pelukan perpisahan yang tulus, serta harapan agar setiap langkah para lulusan kelak menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Selamat melangkah, Angkatan XI SMA IT Al-Kafi Cigedug. Terbanglah setinggi impian. Sebab dari ruang-ruang kelas sederhana itulah, cita-cita besar sering kali dilahirkan. (JB/RF)

