GARUT, JABARBICARA.COM — Kualitas seorang aparatur tidak selalu harus diukur dari seberapa sering ia tampil dan berbicara. Dalam banyak situasi, kualitas justru terlihat dari gagasan yang mampu diwujudkan menjadi karya dan memberikan solusi terhadap kebutuhan organisasi maupun masyarakat.
Prinsip itulah yang tercermin dari langkah Indra Arica, S.E., M.M., Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kasi PMD) Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut.
Dalam kurun waktu hanya satu bulan, Indra Arica berhasil menggagas tiga inovasi berbasis Web App dengan sasaran dan fungsi yang berbeda.
Ketiga inovasi tersebut yakni SIMPAN-PMD, SINERGITAS-PMD, dan SIAP-DKP.
Gebrakan ini menarik perhatian karena tiga inovasi tersebut tidak lahir dari sebuah proyek besar yang menunggu waktu panjang, melainkan dari upaya mengembangkan gagasan dan teknologi untuk mendukung pekerjaan pemerintahan.
TIGA INOVASI, TIGA FOKUS
Inovasi pertama adalah SIMPAN-PMD, atau Sistem Informasi Manajemen Pangatikan–Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Platform ini dirancang untuk mendukung pelayanan masyarakat serta pengelolaan informasi pemberdayaan masyarakat desa di Kecamatan Pangatikan yang mencakup delapan desa.
Melalui pendekatan digital, SIMPAN-PMD diarahkan untuk membuat informasi dan pelayanan pemerintahan lebih mudah diakses, cepat, informatif, serta menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.
Konsep yang dibangun cukup sederhana: pelayanan pemerintahan tidak harus selalu bergantung pada pola konvensional.
Pemerintah dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui teknologi.
Inovasi kedua adalah SINERGITAS-PMD.
Berbeda dengan SIMPAN-PMD yang lebih berorientasi pada pelayanan dan informasi, SINERGITAS-PMD dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan tugas Kasi PMD dalam melakukan pelayanan serta koordinasi dengan delapan desa di Kecamatan Pangatikan.
Teknologi dalam platform ini ditempatkan sebagai instrumen pendukung agar pekerjaan aparatur dapat dilakukan secara lebih terarah, sistematis, efektif, dan efisien.
Dengan demikian, inovasi tidak hanya berbicara mengenai bagaimana pemerintah melayani masyarakat, tetapi juga bagaimana aparatur meningkatkan kualitas cara kerjanya.
SIAP-DKP: INOVASI MENYENTUH SEKTOR KETAHANAN PANGAN
Indra Arica kemudian menghadirkan inovasi ketiga, yakni SIAP-DKP — Sistem Informasi & Aplikasi Pangan.
Inovasi ini diarahkan untuk mendukung sektor ketahanan pangan Kabupaten Garut.
Sektor pangan membutuhkan pengelolaan informasi yang baik. Tidak hanya menyangkut ketersediaan pangan, tetapi juga data, koordinasi, pengelolaan informasi, serta kemampuan pemerintah dalam menyusun langkah berdasarkan informasi yang terstruktur.
Karena itu, SIAP-DKP dirancang sebagai salah satu instrumen digital yang diharapkan dapat mendukung pengelolaan informasi di bidang pangan.
Visi yang dibawa pun cukup jelas:
“PANGAN KUAT – MASYARAKAT SEHAT – GARUT HEBAT.”
INDRA ARICA: INOVASI BUKAN SEKADAR MEMBUAT APLIKASI
Tiga inovasi dalam waktu satu bulan bukan semata-mata soal jumlah aplikasi.
Ada cara berpikir yang menjadi fondasinya: menggabungkan kreativitas dengan kemampuan membangun sistem.
Indra Arica melihat bahwa sebuah gagasan tidak cukup berhenti sebagai konsep. Gagasan harus diterjemahkan menjadi mekanisme kerja yang dapat digunakan dan dikembangkan.
Karena itu, teknologi ditempatkan bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai alat untuk menyelesaikan persoalan dan meningkatkan kualitas pekerjaan.
Baginya, inovasi bukan tentang sekadar terlihat berbeda.
Inovasi adalah keberanian mencari cara yang lebih baik dalam menyelesaikan pekerjaan.
“SAYA TIDAK MENCARI PANGGUNG DAN TEPUK TANGAN”
Di balik gagasan dan karya tersebut, Indra Arica menegaskan bahwa inovasi yang dilakukan bukan untuk mencari popularitas maupun sekadar mendapatkan perhatian.
Ia menyampaikan sikapnya dengan tegas.
“Saya akan terus bekerja, berkarya dan membuat inovasi di manapun saya ditempatkan, bukan untuk mendapatkan perhatian atau tepuk tangan dari pimpinan, apalagi mencari sensasi. Tapi inilah pembuktian kualitas kerja pribadi yang selalu menggunakan otak kanan dan otak kiri tanpa harus menjilat.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa bagi Indra, inovasi merupakan bagian dari etos kerja.
Bekerja, berkarya, dan terus berinovasi.
Bukan sekadar menunggu instruksi.
Bukan pula menjadikan jabatan sebagai alasan untuk berhenti berkreasi.
TANTANGAN SEBENARNYA DIMULAI SETELAH INOVASI LAHIR
Meski tiga inovasi telah berhasil dikembangkan, pekerjaan belum selesai.
Sebuah inovasi tidak akan memiliki arti jika hanya berhenti pada tahap pembuatan aplikasi.
Tantangan berikutnya adalah memastikan sistem tersebut benar-benar digunakan, dipahami oleh aparatur, dikembangkan secara berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan organisasi pemerintahan.
Di titik inilah kualitas sebuah inovasi akan benar-benar diuji.
Sebab ukuran keberhasilan bukan sekadar berapa banyak aplikasi yang dibuat, tetapi berapa besar perubahan dan manfaat yang mampu dihasilkan.
DARI PANGATIKAN, PESAN UNTUK APARATUR GARUT
Langkah Indra Arica sekaligus menghadirkan refleksi lebih luas mengenai budaya inovasi di lingkungan pemerintahan daerah.
Jika seorang aparatur mampu mengembangkan tiga inovasi digital dalam satu bulan, maka peluang lahirnya berbagai inovasi baru sebenarnya terbuka luas apabila kreativitas serupa tumbuh di banyak perangkat daerah.
Transformasi digital tidak selalu harus dimulai dari proyek besar.
Ia bisa dimulai dari persoalan sederhana yang ditemukan dalam pekerjaan sehari-hari, kemudian dicari solusinya melalui teknologi.
SIMPAN-PMD hadir untuk mendukung pelayanan masyarakat dan desa.
SINERGITAS-PMD diarahkan untuk memperkuat efektivitas kerja Kasi PMD.
Sementara SIAP-DKP membawa semangat inovasi ke sektor ketahanan pangan.
Tiga inovasi, tiga sasaran, satu semangat: bekerja lebih cerdas, bergerak lebih cepat, dan menghadirkan manfaat.
Dari Kecamatan Pangatikan, Indra Arica memberikan satu pesan sederhana:
Kualitas aparatur tidak cukup dibuktikan melalui kata-kata. Kualitas harus terlihat melalui karya.
Dan kali ini, karya itu hadir dalam bentuk tiga inovasi digital yang lahir hanya dalam waktu satu bulan.(JB/RF)

