BANDUNG, JABARBICARA.COM — Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Barat periode 2025–2030 terus memperkuat langkah revitalisasi organisasi melalui penguatan pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, bela negara, serta keterampilan generasi muda.
Di bawah kepemimpinan Ketua Kwarda Jabar Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., salah satu agenda strategis yang kini didorong adalah pemantapan sistem pendidikan “Panca Waluya Ngaji Diri” di jajaran Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Batalyon Zeni Tempur 9/1 Kostrad, Ujungberung, Kota Bandung, pada 11–13 September 2026. Kegiatan diikuti perwakilan Kwarcab dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Program ini tidak sekadar menjadi forum pelatihan kepramukaan, tetapi diarahkan untuk memperkuat karakter generasi muda Jawa Barat melalui nilai-nilai Panca Waluya, yakni cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar menjadi karakter yang hidup dalam diri anggota Pramuka dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kwarda Jabar juga menempatkan pendidikan wawasan kebangsaan dan bela negara sebagai bagian penting dalam implementasi Panca Waluya. Salah satunya melalui program Patriot Panca Waluya yang diperuntukkan bagi golongan Penegak dan Pandega se-Jawa Barat.
Wakil Ketua Bidang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Kwarda Jabar, H. Ahmad Bajuri, S.E., M.M., mengatakan peserta tidak hanya dibekali materi teknis kepramukaan, tetapi juga keterampilan hidup (life skill) yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Materi yang disampaikan, selain teknik kepramukaan juga life skill-nya, agar para peserta mendapatkan penambahan keahlian, baik tentang kepramukaan maupun kebutuhan life skill untuk masa depannya,” ujar Ahmad Bajuri, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Bajuri, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi arahan Ketua Kwarda Jabar agar pendidikan Pramuka mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki pengalaman organisasi, tetapi juga karakter kuat dan keterampilan yang dapat diandalkan.
Dalam apel pagi, Bajuri menegaskan bahwa peserta diharapkan mampu menyerap nilai-nilai Panca Waluya sekaligus meningkatkan kapasitas dan keterampilannya.
“Targetnya, peserta ini selain punya pengalaman juga mendapatkan nilai-nilai Panca Waluya, punya skill yang mumpuni dan menjadi instruktur muda,” tegasnya.
Dengan demikian, hasil kegiatan tidak berhenti setelah pelatihan berakhir. Setiap peserta diharapkan mampu membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk dikembangkan kembali di daerah masing-masing melalui rencana tindak lanjut (RTL).
Kwarda Jabar berharap RTL tersebut dapat berjalan secara konkret dan memberikan dampak berkelanjutan bagi penguatan Gerakan Pramuka di tingkat Kwarcab hingga satuan pendidikan.
Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi antara panitia pelaksana dengan Dewan Kerja Daerah (DKD) Kwarda Jabar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Kwarda Jabar untuk menjadikan Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan kepanduan, melainkan ruang pembentukan karakter, penguatan kebangsaan, peningkatan keterampilan, sekaligus pencetak generasi muda Jawa Barat yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.(JB/RF)

