GARUT, JABARBICARA.COM — Niat seorang perempuan lanjut usia untuk mengambil bantuan sembako dari pemerintah berubah menjadi musibah. Seorang janda berusia 62 tahun, Siti Solihat, terjatuh saat menuruni anak tangga di GOR Kelurahan, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Siti, warga Kampung Babakan Manggung, Desa Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami luka pada bagian kepala akibat terjatuh. Darah bahkan terlihat mengucur dari kepala korban setelah benturan dengan anak tangga.
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban hendak mengambil paket bantuan pemerintah yang dibagikan di lokasi tersebut. Paket bantuan itu berupa satu karung beras, ayam sebanyak 1 kilogram, 15 butir telur, gula putih, serta minyak kelapa 1 liter.
MASUK DARI AREA TERANG, KORBAN DISEBUT TERKEJUT KONDISI PENERANGAN KURANG
Kronologi kejadian disampaikan oleh anak korban, Imas Siti Hamidah. Menurut Imas, ibunya sebelumnya berada di area luar ruangan yang memiliki pencahayaan cukup. Namun, ketika memasuki bagian GOR, kondisi penerangan disebut kurang karena lampu gedung belum dinyalakan.
Situasi tersebut diduga membuat korban kurang dapat melihat kondisi anak tangga ketika hendak turun.
“Jadi saat dari luar ruangan yang posisi terang, saat masuk ke GOR posisi gedung penerangan kurang karena lampu penerangan gedung belum dinyalakan, sehingga saat masuk terpeleset saat menuruni anak tangga,” ujar Imas, menirukan keterangan saksi.
Korban kemudian terjatuh dan mengalami luka pada bagian kepala.
“Terjatuh dan berlumuran darah di kepala. Sejumlah warga dan petugas kelurahan bergegas membawa ibu saya ke Puskesmas terdekat,” tutur Imas.
Beruntung, korban segera mendapatkan pertolongan medis. Luka pada bagian kepalanya mendapat penanganan dan beberapa jahitan akibat benturan saat terjatuh.
BANTUAN SOSIAL HARUS DIIRINGI JAMINAN KESELAMATAN
Keluarga korban menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah yang diterima serta respons warga dan petugas kelurahan yang segera membawa Siti untuk mendapatkan perawatan.
Namun, insiden tersebut juga menjadi perhatian keluarga. Mereka berharap aspek keselamatan penerima bantuan tidak luput dari perhatian penyelenggara kegiatan, terlebih penerima bantuan banyak berasal dari kalangan lanjut usia.
“Harapan kami kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Kalau memang banyak lansia yang datang mengambil bantuan, penerangan dan kondisi akses menuju lokasi harus benar-benar diperhatikan,” harap Imas.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penyaluran bantuan sosial bukan hanya soal memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang berhak. Keselamatan warga saat datang, menunggu, mengambil hingga meninggalkan lokasi juga semestinya menjadi bagian dari pelayanan publik.
Apalagi, para penerima bantuan sebagian merupakan warga lanjut usia yang membutuhkan akses aman, penerangan memadai, serta pendampingan apabila kondisi lokasi memiliki tangga atau akses yang berpotensi membahayakan.
Keluarga korban berharap pihak penyelenggara dapat melakukan evaluasi terhadap kondisi lokasi pembagian bantuan, khususnya penerangan dan keamanan akses, sehingga bantuan yang seharusnya memberikan manfaat tidak justru menyisakan musibah bagi penerimanya.
(JB/Red)

