Site icon JABARBICARA.COM

DI BALIK SETIAP PORSI, ADA KERINGAT DAN PENGABDIAN! FAUZAN BERSAMA RELAWAN SPPG MARIPARI 02 DAN YAYASAN BAKTI PUTRA PAKIDULAN JAGA AMANAH MBG

GARUT, JABARBICARA.COM – Setiap porsi makanan yang tersaji bukan sekadar hidangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di baliknya, ada kerja keras, keringat, ketulusan, dan pengabdian orang-orang yang setiap hari berjuang memastikan pelayanan pemenuhan gizi berjalan dengan baik.

Semangat itulah yang mewarnai perjalanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maripari 02, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, di bawah naungan Yayasan Bakti Putra Pakidulan.

Tepat 3 November 2026, SPPG Maripari 02 genap satu tahun menjalankan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Momentum tersebut menjadi catatan perjalanan sekaligus refleksi atas perjuangan Muhamad Fauzan bersama para relawan, seluruh jajaran pengelola, dan yayasan dalam mengemban amanah pelayanan kepada masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Muhamad Fauzan, SPPG Maripari 02 mengawali pelayanan dengan sekitar 1.000 penerima manfaat. Seiring berjalannya waktu, jumlah tersebut berkembang hingga mencapai kurang lebih 2.300 penerima manfaat, mencakup peserta didik serta kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Bagi Fauzan, perkembangan tersebut bukan sekadar pencapaian angka. Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat, mempertahankan kualitas pelayanan, dan memastikan program pemerintah tersebut memberikan manfaat sebagaimana tujuan yang diharapkan.

BERAWAL DARI RINTISAN, KINI MELAYANI 2.300 PENERIMA MANFAAT

Dalam wawancara bersama media Jabarbicara.com, Muhamad Fauzan mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan satu tahun SPPG Maripari 02.

Ia menjelaskan, dirinya menerima surat keputusan (SK) pada 15 Oktober 2025. Setelah melalui tahapan persiapan dan uji coba, pelayanan dimulai dengan sekitar 1.000 penerima manfaat. Jumlah tersebut kemudian mengalami perkembangan dan penyesuaian hingga mencapai sekitar 2.300 penerima manfaat.

“Alhamdulillah, tepat tanggal 3 November 2026, SPPG Maripari 02 genap berusia satu tahun dalam memberikan pelayanan kepada penerima manfaat. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami sekaligus menjadi awal untuk menatap masa depan pelayanan Badan Gizi Nasional yang lebih baik,” ungkap Fauzan.

Ia berharap SPPG Maripari 02 terus berkembang, tetap konsisten dalam pelayanan, dan mampu mengambil bagian dalam mendukung pemenuhan gizi generasi penerus bangsa.

 

DI BALIK DAPUR, ADA KERJA KERAS DAN PENGABDIAN PARA RELAWAN

Mengelola pelayanan bagi ribuan penerima manfaat bukanlah pekerjaan sederhana. Setiap hari terdapat rangkaian tanggung jawab yang harus dipersiapkan secara cermat, mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan pangan, proses pengolahan, hingga pendistribusian makanan.

Di balik seluruh proses tersebut, para relawan menjadi bagian penting dalam keberlangsungan operasional SPPG Maripari 02.

Kedisiplinan, koordinasi, kebersamaan, dan tanggung jawab setiap unsur menjadi kekuatan dalam menjalankan pelayanan. Sebuah kerja yang mungkin tidak selalu terlihat oleh penerima manfaat, tetapi memiliki arti penting dalam menghadirkan makanan setiap hari.

Fauzan mengakui, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah menyusun menu harian yang dapat diterima oleh lebih dari 2.000 penerima manfaat dengan kebutuhan dan selera yang beragam.

“Kami harus terus mengevaluasi bagaimana menu harian dapat diterima oleh penerima manfaat. Bagaimana satu masakan atau satu menu bisa dirasakan oleh lebih dari 2.000 penerima manfaat sehingga mereka dapat menikmati program ini dengan baik,” jelasnya.

Menurutnya, setiap tantangan harus dijawab melalui evaluasi dan kerja sama. Sebab, keberhasilan pelayanan tidak dapat dibebankan kepada satu orang, melainkan membutuhkan komitmen seluruh jajaran yang terlibat.

Antusiasme anak-anak yang menantikan kehadiran program MBG di sekolah menjadi salah satu kebahagiaan sekaligus motivasi bagi Fauzan dan seluruh tim untuk terus menjalankan amanah tersebut.

MENJAGA KEPERCAYAAN MELALUI TATA KELOLA DAN KEPATUHAN

Selama satu tahun perjalanan, salah satu capaian yang menjadi kebanggaan Fauzan adalah SPPG Maripari 02 dapat menjalankan operasional tanpa menerima surat teguran maupun sanksi penghentian sementara (suspend) dari Badan Gizi Nasional (BGN), sebagaimana disampaikannya dalam wawancara.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus menjaga tata kelola pelayanan dan menjalankan operasional sesuai ketentuan yang berlaku.

“Capaian terbesar kami adalah dapat menjalankan SPPG Maripari 02 tanpa catatan atau surat teguran berupa suspend dari Badan Gizi Nasional. Kami merasa bersyukur dapat melaksanakan tata kelola SPPG sebagaimana mestinya sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.

Fauzan berharap komitmen tersebut dapat terus dipertahankan bersama seluruh relawan, jajaran pengelola, dan Yayasan Bakti Putra Pakidulan.

Baginya, menjaga kepercayaan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab penyelenggara pelayanan pemenuhan gizi.

SPPG DAN PEMBERDAYAAN UMKM, MANFAAT EKONOMI UNTUK MASYARAKAT LOKAL

Tidak hanya berorientasi pada pelayanan pemenuhan gizi, keberadaan SPPG Maripari 02 juga berupaya membuka ruang kemitraan bagi pelaku usaha lokal.

Fauzan mengungkapkan, selama satu tahun operasional, pihaknya telah menjalin kemitraan dengan sekitar 10 UMKM lokal di lingkungan wilayah pelayanan.

Kemitraan tersebut mencakup pemenuhan sejumlah kebutuhan bahan pangan, seperti beras, daging, dan buah-buahan yang diupayakan berasal dari pelaku usaha lokal.

“Kami baru bisa bermitra dengan sekitar 10 UMKM lokal. Untuk kebutuhan beras, daging, dan buah-buahan, kami berupaya mengambil dari pelaku usaha lokal. Tentu masih banyak UMKM yang belum dapat kami jangkau karena keterbatasan kami dalam pembelian,” ungkapnya.

Fauzan mengakui, peluang pemberdayaan UMKM masih terbuka untuk dikembangkan sesuai kebutuhan dan kemampuan operasional SPPG.

Ke depan, kemitraan dengan pelaku usaha lokal diharapkan dapat semakin berkembang sehingga manfaat program MBG tidak hanya dirasakan penerima manfaat, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

KOLABORASI DAN PENGAWASAN, KUNCI PERBAIKAN PELAYANAN

Dalam menjalankan operasional, SPPG Maripari 02 membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai unsur, mulai dari puskesmas, pemerintah desa, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), sekolah, rekan media, hingga masyarakat penerima manfaat.

Fauzan menjelaskan, pihaknya bersama puskesmas secara rutin melaksanakan uji Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) setiap satu bulan sekali.

Pemerintah desa juga turut melakukan kontrol dan menjalin komunikasi dengan pihak SPPG. Sementara itu, masukan dari penerima manfaat dan rekan media menjadi salah satu bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan, termasuk dalam penyusunan menu.

Ia menilai kritik dan saran masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembenahan. Karena itu, keterbukaan terhadap masukan harus terus dibangun agar berbagai kekurangan dapat diketahui dan diperbaiki.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan SPPG Maripari 02 pada tahun-tahun mendatang.

MENAPAK TAHUN KEDUA, FAUZAN AJAK MASYARAKAT JAGA AMANAH MBG

Memasuki tahun kedua, Muhamad Fauzan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bersama para relawan, jajaran SPPG, dan Yayasan Bakti Putra Pakidulan.

Ia menyadari bahwa perjalanan pelayanan tidak terlepas dari kekurangan. Oleh karena itu, evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan dengan berpedoman pada ketentuan Badan Gizi Nasional.

“Kami akan terus melayani sebaik dan semampu kami sesuai tahapan serta aturan Badan Gizi Nasional. Mari kita sama-sama mengevaluasi dan mengoreksi kekurangan yang ada. Kami juga menyadari bahwa masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki,” katanya.

Fauzan juga mengajak masyarakat Kecamatan Sukawening untuk ikut mendukung sekaligus mengawasi pelaksanaan program MBG melalui kritik dan masukan yang konstruktif.

Menurutnya, menjaga keberlangsungan dan kualitas program pemenuhan gizi bukan hanya tanggung jawab pengelola SPPG, melainkan membutuhkan kepedulian serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

SATU TAHUN PENGABDIAN, PERJUANGAN BELUM BERAKHIR

Satu tahun perjalanan SPPG Maripari 02 menjadi momentum penting bagi Muhamad Fauzan, para relawan, seluruh jajaran, dan Yayasan Bakti Putra Pakidulan untuk memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kualitas pengabdian.

Dari sekitar 1.000 penerima manfaat pada awal perjalanan hingga kini mencapai kurang lebih 2.300 orang, terdapat proses panjang yang dijalani bersama.

Di balik setiap porsi, ada tangan-tangan yang bekerja. Di balik setiap hidangan, ada tanggung jawab yang harus ditunaikan. Dan di balik setiap pelayanan, tersimpan harapan agar anak-anak Indonesia tumbuh lebih sehat, kuat, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Menutup wawancara, Fauzan kembali menyampaikan harapannya agar SPPG Maripari 02 terus berjaya dan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik.

“Semoga SPPG Maripari 02 tetap jaya dan terus bisa menopang gizi anak bangsa. Mari kita sama-sama menjaga program terbaik dari Bapak Presiden ini, saling mengingatkan, mengevaluasi, dan memperbaiki kekurangan yang ada,” pungkasnya.

Satu tahun mungkin belum cukup untuk menyebut sebuah perjalanan telah sempurna. Namun, melalui kerja keras, kebersamaan, dan komitmen yang terus dijaga, SPPG Maripari 02 diharapkan mampu melangkah lebih jauh dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebab, di balik setiap porsi makanan yang tersaji, bukan hanya ada hidangan untuk mengisi perut, tetapi juga ada keringat, kepedulian, dan pengabdian untuk masa depan generasi bangsa.

(JB/RF)

 

Exit mobile version