Dede Kusdinar Tegaskan Komitmen Politik untuk Petani: Tani Merdeka Harus Menjadi Gerakan Rakyat yang Terstruktur

Bandung68 Dilihat

BANDUNG, JABARBICARA.COM – Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi terhadap sektor pertanian, Dede Kusdinar, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra sekaligus Sekretaris Jenderal Tani Merdeka Indonesia Jawa Barat, menyuarakan pentingnya membangun gerakan tani yang tidak hanya bersifat advokatif, tetapi juga terstruktur dan berdaya politik.

Dalam pernyataannya kepada media, Dede menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia bukan sekadar organisasi pendamping petani, melainkan alat perjuangan rakyat untuk menuntut keadilan agraria, akses produksi, dan keberpihakan kebijakan.

IMG-20250812-WA0057
IMG-20250807-WA0013
IMG-20250814-WA0000
IMG-20250812-WA0048
IMG-20250807-WA0014

“Petani tidak boleh terus-menerus menjadi objek pembangunan. Mereka harus menjadi subjek politik. Tani Merdeka Indonesia hadir untuk itu—membangun kesadaran, membentuk struktur, dan memperjuangkan hak-hak petani dari desa hingga pusat,” tegas Dede Kusdinar, Minggu (31/08/2025).

Tiga Pilar Perjuangan: Organisasi, Kaderisasi, dan Advokasi

Dede menekankan bahwa arah gerakan Tani Merdeka Indonesia di Jawa Barat mengikuti tiga pilar utama:

  1. Membangun organisasi hingga tingkat desa.
    Struktur organisasi harus menjangkau kelompok tani, koperasi, dan komunitas agraris di seluruh kabupaten/kota.
  2. Mencetak kader militan dan ideologis.
    Kader bukan hanya relawan, tetapi pemimpin lokal yang memahami isu agraria, mampu mengorganisir massa, dan siap memperjuangkan kebijakan.
  3. Mengawal bantuan dan kebijakan pertanian secara aktif.
    Termasuk akses pupuk, benih, alat produksi, dan perlindungan harga hasil panen.

“Kami tidak akan membiarkan petani berjalan sendiri. Tani Merdeka adalah rumah perjuangan mereka. Dan kami di DPRD akan menjadi jembatan antara suara petani dan kebijakan pemerintah,” tambah Dede.

Prabowoisme sebagai Landasan Ideologis

Sebagai kader Partai Gerindra, Dede Kusdinar juga menegaskan bahwa gerakan Tani Merdeka Indonesia berakar pada nilai-nilai Prabowoisme: keberanian, kemandirian, dan pengabdian total kepada bangsa.

“Prabowoisme bukan hanya soal kepemimpinan nasional. Ia adalah semangat untuk membangun Indonesia dari desa, dari sawah, dari rakyat kecil. Dan petani adalah ujung tombak kedaulatan itu,” ujarnya. [JB]

Baca Juga:  SADIS.. !! Seorang Pemuda Dikeroyok Geng Motor Brigez Di Cimaung Bandung Hingga Tewas

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *