KAI Daop 2 Bandung Himbau Masyarakat Tertib Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang

Ekonomi Bisnis133 Dilihat

JAKARTA, JABARBICARA.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung kembali mengimbau seluruh masyarakat pengguna jalan agar selalu tertib berlalu lintas, khususnya saat melintasi perlintasan sebidang kereta api. Masyarakat diminta untuk berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, mendengarkan tanda peringatan, memastikan kondisi aman, baru kemudian melanjutkan perjalanan.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Namun demikian, faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang masih didominasi oleh ketidak disiplinan pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu dan isyarat peringatan.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

“Berdasarkan data yang kami catat, sepanjang Tahun 2025 telah terjadi 14 kejadian temperan di perlintasan sebidang (JPL) di wilayah Daop 2 Bandung. Dari jumlah tersebut, 11 kejadian melibatkan kendaraan roda dua dan 3 kejadian melibatkan kendaraan roda empat,” ujar Kuswardojo.

Baca Juga:  GALA MOMENT: Merayakan Kehidupan yang Privat dan Intim

Akibat kejadian tersebut, tercatat jumlah korban sebanyak 13 orang, dengan rincian 5 orang mengalami luka ringan, 3 orang luka berat, dan 5 orang meninggal dunia. Data ini menjadi pengingat bahwa pelanggaran di perlintasan sebidang memiliki risiko fatal dan dapat merenggut nyawa.

Kuswardojo menambahkan bahwa kereta api memerlukan jarak pengereman yang sangat panjang untuk dapat berhenti sempurna. Oleh karena itu, sesuai peraturan perundang-undangan, setiap pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang.

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan keselamatan, sepanjang tahun 2025 KAI Daop 2 Bandung bersama para stakeholder terkait telah melakukan berbagai upaya preventif, antara lain:

1. Melakukan sosialisasi keselamatan secara langsung kepada masyarakat, baik di lingkungan permukiman yang berdekatan dengan jalur maupun ruang publik.

Baca Juga:  Sampoerna dan PMI Wujudkan Komitmen Inovasi Produk Bebas Asap Berbasis Sains dan Teknologi

2. Melaksanakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, khususnya pada titik-titik dengan tingkat aktivitas lalu lintas yang tinggi.

3. Melakukan sosialisasi keselamatan ke sekolah-sekolah, sebagai upaya menanamkan budaya disiplin dan keselamatan sejak dini.

4. Melakukan penutupan perlintasan sebidang tidak terjaga sebanyak 29 titik di seluruh wilayah Daop 2 Bandung guna meminimalkan potensi kecelakaan.

5. Melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui berbagai media yang ada, salah satunya melalui rekan-rekan media dengan publikasi berbagai himbauan pemberitaan.

“Kami terus berupaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Namun keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, khususnya saat melintasi perlintasan sebidang,” tegas Kuswardojo.

Baca Juga:  Hadapi Lonjakan Mobilitas Idulfitri 1447H/2026, JTT Tegaskan Komitmen Perkuat Kesiapan Layanan di Jalan Tol Trans Jawa

KAI Daop 2 Bandung mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menerobos palang pintu, tidak mengabaikan sinyal peringatan, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api. “Berhenti sejenak sebelum melintas bukanlah kerugian, melainkan langkah sederhana untuk menyelamatkan nyawa.”

Dengan sinergi seluruh pihak, KAI Daop 2 Bandung berharap keselamatan di perlintasan sebidang terus meningkat demi terwujudnya perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan lancar.

Tentang Daop 2 Bandung

PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan penyedia jasa layanan transportasi berbasis rel di Indonesia. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung merupakan salah satu daerah operasi KAI yang melayani perjalanan kereta api di wilayah Jawa Barat bagian tengah hingga timur.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *