Respons Cepat atau Sekadar ‘Pemadam Kebakaran’? SPPG Bojong Bongkar Pacilingan Usai Dikritik, Muhammadiyah Garut Buka Suara Soal Standar MBG

Garut, Jabar, Peristiwa335 Dilihat

GARUT,JABARBICARA.COM – Tekanan publik melalui pemberitaan media akhirnya membuahkan hasil nyata di lapangan. Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bojong, Banjarwangi, bergerak cepat membongkar “pacilingan” atau toilet tradisional di atas kolam yang lokasinya berdampingan persis dengan dapur pengolahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (23/04/2026).

“Pacilingan diatas kolam samping Dapur SPPG Bojong sudah dibongkar”

Langkah drastis ini diambil setelah sebelumnya media menyoroti buruknya standar sanitasi di lokasi tersebut yang mengancam higienitas makanan untuk ribuan siswa. Melalui pesan singkat, Aslap SPPG Bojong, Tetet Andriana, menyampaikan permohonan maaf sekaligus apresiasi atas kritik yang diberikan.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

“Hapunten (mohon maaf), insya Allah akan dijadikan pelajaran supaya diperbaiki. Apa yang disarankan sudah ditempuh,” tulis Tetet sembari mengirimkan dokumentasi pembongkaran bangunan yang sebelumnya dinilai kumuh tersebut.

Baca Juga:  FWPLG Kritisi Redistribusi Tanah di Garut

 

Catatan Merah yang Belum Usai

Meski pacilingan telah rata dengan tanah, persoalan tidak berhenti di situ. Publik masih mempertanyakan jaminan kualitas air yang digunakan untuk memasak, ketiadaan sarana Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang permanen, hingga legalitas Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).

 

Klarifikasi Pengurus Daerah Muhammadiyah Garut:

Antara Regulasi Ketat dan Operasional
Menanggapi polemik yang meluas, Sekretaris Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Garut, Deden Wahyudin, M.Pd., memberikan klarifikasi mendalam. Deden menegaskan bahwa keberadaan SPPG di lingkungan pendidikan Muhammadiyah adalah tindak lanjut MoU antara PP Muhammadiyah dengan BGN.

Terkait isu limbah di SPPG Bojot, Karangpawitan, Deden memastikan bahwa pembangunan IPAL sedang berjalan. “IPAL satu minggu lagi sudah beres. Kami pastikan menu MBG dari dapur yang dikelola Muhammadiyah sesuai kriteria standar BGN. Di internal kami sangat ketat,” tegas Deden saat ditemui di kediamannya, Kamis malam.

Baca Juga:  Website Resmi BPKAD Garut Dinilai Tidak Up to Date, Analis Kebijakan Soroti Minimnya Transparansi Keuangan Triwulan

Mengenai tudingan hambatan bagi UMKM lokal, Deden berdalih bahwa persyaratan dari pusat memang sangat tinggi. “Bukannya tidak diakomodir, tapi syarat administrasi seperti SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) dari Dinkes dan pendaftaran digital di portal BGN memang cukup berat bagi UMKM daerah,” tambahnya.

Kepala SPPG Muhamadiyah Bojot dan Jurnalis DPD IWO Indonesia Garut

 

 

Dapur Muhamadiyah Bojot: ‘Hanya Menjalankan Tugas’

Di sisi lain, Kepala SPPG Muhammadiyah Bojot, Candra Prasetia, tampak memberikan pernyataan yang lebih defensif. Ia mengakui selama tiga bulan beroperasi, limbah dapur dibuang ke lahan warga dengan sistem sewa yang akan berakhir tujuh hari ke depan. Menariknya, Candra mengaku tidak mengetahui terkait status lahan sekolah yang kini digunakan untuk aktivitas semi-industri dapur tersebut.

Baca Juga:  Festival Tradisional Membangunkan Sahur: Cara Garut Lestarikan Budaya Ramadan

“Mengenai status tempat, saya tidak tahu-menahu latar belakangnya. Saya hanya ditugaskan di sini ,” ujar Candra.

 

Menanti Transparansi Penuh

Meski aksi bongkar-pasang sarana dilakukan pasca-viral, publik tetap menunggu respons resmi dari pihak-pihak kunci lainnya, termasuk H. Asep selaku Kepala MA Muhammadiyah Bojot, Ketua Ranting Muhamdiyah Agus Suherman yang juga ketua BPD Desa Situsari dan pihak desa setempat.

Program MBG adalah pilar nasional yang dibiayai uang rakyat. Kecepatan merespons kritik adalah awal yang baik, namun profesionalisme pengelolaan—mulai dari hulu perizinan hingga hilir pembuangan limbah—tetap menjadi ukuran utama apakah program ini benar-benar untuk gizi bangsa atau sekadar proyek operasional tanpa etika lingkungan. (JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *