Dede Kusdinar: Buruh Tani, Perkebunan, dan Industri adalah Jantung Perjuangan Visi Presiden Prabowo Menuju Indonesia Emas

Bandung246 Dilihat

BANDUNG, JABARBICARA.COM – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Dede Kusdinar, S.E., menyampaikan pesan refleksi yang menyentuh hati. Dalam pernyataannya, Dede tidak hanya menyoroti buruh manufaktur, tetapi memberikan penghormatan khusus bagi buruh tani dan perkebunan sebagai pilar utama kedaulatan pangan bangsa.

Dede menegaskan bahwa momentum May Day tahun ini harus menjadi simbol persatuan seluruh rakyat di bawah komando Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.

Idwan HUTRI

“Bagi saya, makna buruh sangatlah luas dan mulia. Mereka adalah saudara-saudara kita yang berpeluh keringat di bawah terik matahari sawah, mereka yang memetik hasil bumi di pelosok perkebunan, hingga mereka yang menjaga roda mesin industri tetap berputar.
Tanpa keringat mereka, tidak akan ada pangan di meja makan kita dan tidak akan ada kemajuan ekonomi di Jawa Barat,” ungkap Dede Kusdinar saat ditemui di Bandung.

Politisi Gerindra ini menjelaskan bahwa nasib kaum pekerja di semua sektor merupakan prioritas utama dalam visi besar Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, keberpihakan pemerintah saat ini sangat nyata dalam upaya memuliakan rakyat kecil melalui program ekonomi kerakyatan.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto selalu berpesan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dinikmati oleh rakyatnya sendiri, terutama para pekerja di garis depan. Visi beliau mengenai kemandirian pangan dan hilirisasi industri adalah kunci agar buruh tani kita tidak lagi kesulitan pupuk dan buruh industri kita mendapatkan upah yang bermartabat. Kita di DPRD Jabar terus mengawal agar kebijakan pusat ini dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat di desa-desa,” tegas Dede.

Dede menambahkan bahwa transformasi menuju Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai jika para buruh, sebagai motor penggerak ekonomi, mendapatkan perlindungan sosial yang layak.

“Kita tidak boleh membeda-bedakan. Mau itu buruh bangunan, buruh angkut, buruh tani, atau buruh pabrik, kita semua satu keluarga besar Indonesia. Mari kita rapatkan barisan dan dukung visi besar Bapak Prabowo, karena hanya dengan persatuanlah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa benar-benar terwujud,” tutupnya.

Selamat Hari Buruh Internasional 2026. Semangat Persatuan dan Perjuangan Buruh untuk Indonesia Emas. [Red/JB]

Baca Juga:  KDM Targetkan bank bjb Raih Laba Rp2,2 Triliun

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *