SSC Tancap Gas Selamatkan 92 Anak, Program Orang Tua Asuh Pemkab Garut Diuji Aksi Nyata

Garut, Pendidikan, Tokoh272 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Di tengah gencarnya komitmen Pemerintah Kabupaten Garut dalam menekan angka anak putus sekolah melalui Program Orang Tua Asuh, Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) justru telah lebih dahulu menunjukkan aksi nyata. Hingga pertengahan 2026, SSC berhasil membantu 92 siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan.

Langkah konkret tersebut menjadi bukti bahwa persoalan anak putus sekolah tidak cukup diselesaikan dengan slogan maupun seremonial. Dibutuhkan gerakan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

Direktur Sekolah Sungai Cimanuk (SSC), Mulyono Khaddafi, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan kepada puluhan siswa tersebut merupakan hasil kolaborasi para relawan dan para donatur yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Baca Juga:  Dede Kusdinar Terima Penghargaan dari Bupati Garut, Teguhkan Komitmen Membangun Desa

“Bagi kami, pendidikan adalah hak setiap anak. Jangan sampai mereka kehilangan masa depan hanya karena persoalan ekonomi,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan SSC meliputi perlengkapan sekolah, kebutuhan pendidikan, hingga dukungan biaya agar para siswa tetap dapat melanjutkan sekolah. Program ini telah menjangkau sejumlah wilayah di Kabupaten Garut dengan sasaran keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Keberhasilan SSC tersebut hadir di tengah perhatian publik terhadap tingginya angka anak putus sekolah di Kabupaten Garut. Pemerintah daerah sendiri belum lama ini menggulirkan Program Orang Tua Asuh dengan mengajak ASN, dunia usaha, Baznas, serta berbagai elemen masyarakat untuk ikut menjadi bagian dari solusi.

Program tersebut mendapat apresiasi sebagai langkah positif. Namun, efektivitasnya kini akan diukur oleh masyarakat melalui implementasi di lapangan. Sebab, tantangan terbesar bukan lagi menyusun konsep, melainkan memastikan anak-anak yang terancam putus sekolah benar-benar kembali memperoleh hak pendidikannya.

Baca Juga:  Suasana Khidmat Iringi Salat Idulfitri 1446 H di Alun-alun Garut

Apa yang dilakukan SSC menjadi contoh bahwa kolaborasi masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata. Dengan sumber daya yang terbatas, komunitas tersebut berhasil menyelamatkan puluhan anak tanpa harus menunggu program pemerintah berjalan.

Di sisi lain, kondisi ini menjadi pengingat bahwa penanganan anak putus sekolah membutuhkan percepatan, koordinasi lintas sektor, serta keberpihakan anggaran yang jelas. Mengingat jumlah anak putus sekolah di Garut masih menjadi pekerjaan rumah besar, kehadiran pemerintah sebagai motor penggerak tetap menjadi harapan utama masyarakat.

Kini publik menunggu sejauh mana Program Orang Tua Asuh yang diinisiasi Pemkab Garut mampu menghasilkan dampak nyata sebagaimana yang telah dibuktikan SSC. Sebab, ukuran keberhasilan sebuah kebijakan bukan terletak pada banyaknya deklarasi, melainkan pada semakin banyaknya anak yang kembali duduk di bangku sekolah.

Baca Juga:  Pimpim Apel Gabungan, Sekda Umumkan Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Juli Mendatang

Ke depan, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, komunitas, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penurunan angka anak putus sekolah sehingga tidak ada lagi generasi Garut yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi. (JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *