PRESTASI MENDUNIA, FASILITAS MEMPRIHATINKAN! Di Balik Gemilangnya SMAN 26 Garut, Lapangan Hoki Rusak, Masjid Tak Lagi Mampu Tampung Jamaah, Penjualan Seragam Ikut Jadi Sorotan

Garut, Pendidikan73 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Ratusan wali murid kelas X yang didominasi kaum ibu memadati Gedung PGRI Kecamatan Sucinaraja, Jumat (7/8/2026), untuk menghadiri rapat koordinasi antara pihak sekolah dan Komite SMAN 26 Garut. Pertemuan tersebut menjadi ajang penyampaian program sekolah sekaligus mempererat komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa.

Berbagai program pendidikan dipaparkan, mulai dari penguatan karakter, pembiasaan keagamaan, pembinaan peserta didik hingga pengembangan kegiatan ekstrakurikuler. Namun di balik pemaparan tersebut, tersimpan persoalan yang patut mendapat perhatian serius.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

SMAN 26 Garut yang telah melahirkan atlet-atlet hoki berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional, ternyata masih dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana yang cukup memprihatinkan.

Usai kegiatan, awak media mewawancarai Humas SMAN 26 Garut, Hj. Surtini. Sementara Kepala Sekolah belum sempat dimintai keterangan karena meninggalkan lokasi usai kegiatan.

Menurut Hj. Surtini, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan lapangan olahraga yang layak.

“Kami sangat membutuhkan lapangan olahraga. Prestasi hoki Alhamdulillah sudah sampai tingkat nasional, bahkan ada atlet yang masuk tim nasional dan diterima di perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Namun sarana lapangannya masih belum memadai,” ungkapnya.

Ia mengaku pihak sekolah telah berulang kali mengajukan proposal kepada instansi terkait, namun hingga kini belum memperoleh realisasi pembangunan.

Selain lapangan olahraga, sekolah juga masih berupaya melanjutkan pembangunan masjid yang seluruh pembiayaannya dilakukan melalui infak sukarela.

“Infaknya seikhlasnya. Tidak ada pungutan ataupun penentuan nominal kepada orang tua siswa,” tegas Hj. Surtini.

Bahkan, menurutnya, sejak SMAN 26 Garut berdiri, belum pernah ada bantuan pemerintah untuk pembangunan masjid maupun lapangan olahraga.

Senada dengan itu, Ketua Komite SMAN 26 Garut, Maman, menjelaskan pembangunan masjid telah dimulai sejak 2019 dan kini memasuki tahap ketiga.

Dana yang berhasil dihimpun dari para donatur baru mencapai sekitar Rp53 juta, sementara kebutuhan pembangunan diperkirakan mencapai Rp300 juta.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, para dermawan, dunia usaha hingga pemerintah untuk bersama-sama membantu pembangunan masjid dan lapangan hoki. Ini bukan dibebankan kepada orang tua siswa,” ujarnya.

Menurutnya, kapasitas masjid saat ini hanya mampu menampung sekitar 150 jamaah. Sementara setiap pelaksanaan Salat Jumat, jumlah jamaah mencapai sekitar 300 orang sehingga sebagian masih harus melaksanakan ibadah di area selasar.

Prestasi Besar, Fasilitas Masih Tertinggal

Usai wawancara, awak media mendapat izin meninjau langsung kondisi lapangan olahraga dan masjid sekolah.

Hasil pantauan menunjukkan kondisi lapangan hoki memang jauh dari kata layak. Permukaan lapangan mengalami kerusakan di berbagai titik dan membutuhkan revitalisasi agar sebanding dengan prestasi para atlet yang telah membawa nama baik Garut hingga tingkat nasional.

Sementara itu, bangunan masjid yang telah berdiri dua lantai juga sudah tidak mampu menampung seluruh jamaah saat Salat Jumat. Kapasitas sekitar 150 orang tidak lagi sebanding dengan jumlah jamaah yang mencapai sekitar 300 orang. Di sisi bangunan masih tersedia lahan yang berpotensi dimanfaatkan untuk perluasan masjid.

Kondisi tersebut menjadi ironi. Di satu sisi SMAN 26 Garut mampu mencetak atlet berprestasi hingga level nasional, namun di sisi lain masih harus berjuang memenuhi kebutuhan sarana dasar yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama dalam mendukung kualitas pendidikan.

Ucapan Polos Siswi, Penjualan Seragam Jadi Perhatian

Di sela-sela peninjauan fasilitas sekolah, terjadi peristiwa yang menarik perhatian awak media.

Seorang siswi menghampiri Humas SMAN 26 Garut sambil berkata, “Bu, ini ada yang mau beli seragam sekolah.”

Ucapan spontan tersebut langsung dijawab singkat oleh Humas, “Nanti… nanti.”

Percakapan singkat itu kemudian mendorong awak media mengonfirmasi mekanisme penjualan seragam di lingkungan sekolah.

Menjawab pertanyaan tersebut, Humas menegaskan bahwa penjualan seragam dikelola oleh koperasi sekolah, bukan oleh pihak sekolah secara langsung.

Meski demikian, peristiwa tersebut menjadi catatan penting. Mengingat penjualan seragam sekolah masih menjadi isu yang kerap mendapat perhatian publik maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat, transparansi dalam mekanisme penjualan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Sekolah perlu memastikan seluruh orang tua memperoleh informasi yang jelas mengenai mekanisme pembelian seragam, termasuk hak mereka untuk memperoleh seragam sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.

Saatnya Ada Perhatian Nyata

Melihat langsung kondisi lapangan olahraga dan keterbatasan daya tampung masjid, besar harapan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui perangkat daerah terkait memberikan perhatian lebih kepada SMAN 26 Garut.

Sebab, sekolah ini telah membuktikan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional. Prestasi tersebut sudah sepatutnya diimbangi dengan penyediaan fasilitas pendidikan yang layak.

Di balik deretan prestasi yang membanggakan, masih tersisa pertanyaan yang layak menjadi perhatian para pemangku kebijakan: mengapa sekolah yang mampu melahirkan atlet nasional masih harus berjuang sendiri membangun lapangan olahraga dan memperluas masjid melalui swadaya, sementara kebutuhan sarana tersebut merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pendidikan? Pertanyaan itu menjadi pekerjaan rumah bersama yang menanti jawaban dalam bentuk kebijakan dan tindakan nyata, bukan sekadar apresiasi atas prestasi yang telah diraih. (JB/RF)

Baca Juga:  Kades Wangunjaya Pakenjeng, Apresiasi Masukan dari Masyarakat dan Kegiatan APBDes 2025 Telah di Realisasikan

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *