GARUT, JABARBICARA.COM – Di tengah perjuangan melawan sakit yang sedang dideritanya, M. Daffa Ikhsan, siswa kelas 3 SDN 2 Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja, mendapat perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak.
Usai jam sekolah berakhir, Plt. Kepala SDN 2 Tegalpanjang, Ade Awan Krisnawan, didampingi salah seorang guru honorer, Yesi, S.Pd., menyempatkan diri mendatangi kediaman Daffa di Kampung Sadang.
Kedatangan pihak sekolah bukan sekadar untuk menjenguk dan bersilaturahmi. Keduanya juga membawa amanat berupa santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk disampaikan kepada keluarga Daffa.
Daffa merupakan putra pasangan Bapak Iman dan Ibu Santi. Di tengah kondisi yang sedang dihadapi keluarga, perhatian tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban mereka.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas respons cepat Baznas, khususnya kepada H. Syamsul, yang disebut sigap menangani proses pengajuan santunan bagi Daffa.
Menurut pihak sekolah dan keluarga, proses pengajuan bantuan tersebut hanya membutuhkan waktu satu hari hingga langsung diproses.
Kecepatan respons tersebut mendapat apresiasi karena menunjukkan bahwa kepedulian kepada masyarakat, khususnya anak didik yang sedang menghadapi kondisi sulit, dapat diwujudkan melalui pelayanan yang cepat dan tepat.
Plt. Kepala SDN 2 Tegalpanjang, Ade Awan Krisnawan, menyampaikan rasa terima kasih kepada Baznas dan H. Syamsul atas perhatian yang diberikan kepada salah satu siswanya.
“Terima kasih kepada Baznas dan khususnya Bapak H. Syamsul yang telah merespons pengajuan bantuan ini dengan cepat. Semoga santunan yang diberikan dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban keluarga Daffa,” ungkapnya.
Menurut Ade, kepedulian terhadap siswa tidak hanya diwujudkan melalui proses pembelajaran di ruang kelas. Ketika seorang siswa menghadapi persoalan dan membutuhkan perhatian, kehadiran sekolah juga menjadi bagian penting untuk memberikan dukungan.
Sementara itu, keluarga Daffa juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Baznas dan H. Syamsul.
Bagi keluarga, santunan tersebut bukan semata-mata bantuan secara materi. Lebih dari itu, perhatian yang diberikan menjadi penguat di tengah ujian yang sedang mereka jalani.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas dan Bapak H. Syamsul yang sudah membantu dan merespons dengan cepat. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” demikian ungkapan terima kasih keluarga.
Kehadiran pihak sekolah di kediaman Daffa sekaligus menjadi pesan bahwa seorang siswa tidak semestinya menghadapi perjuangan sendirian. Di balik seragam sekolah dan aktivitas belajar, ada perhatian serta kepedulian yang terus menyertai ketika seorang anak sedang menghadapi ujian kehidupan.
Pihak sekolah dan keluarga berharap Daffa diberikan kekuatan, kesembuhan, serta dapat kembali menjalani aktivitas belajar seperti sediakala.
Mereka juga mendoakan agar kepedulian Baznas dan H. Syamsul menjadi amal kebaikan yang mendapat balasan berlipat dari Allah SWT.
Sebab terkadang, sebuah uluran tangan bukan hanya meringankan beban, tetapi juga menyalakan kembali harapan bagi mereka yang sedang berjuang. (JB/RF)







