PTPP Raih Proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Senilai Rp1,19 Triliun

Ekonomi Bisnis28 Dilihat

JAKARTA, JABARBICARA.COM – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, kembali memperkuat portofolio proyek di sektor transportasi melalui perolehan proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1 (T1A) Bandara Soekarno-Hatta dengan nilai kontrak sebesar Rp1,19 triliun termasuk PPN. Perolehan proyek lanjutan ini sekaligus mencerminkan kepercayaan terhadap pengalaman dan kapabilitas PTPP dalam mengerjakan proyek infrastruktur bandar udara.

Proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1 (T1A) Bandara Soekarno-Hatta memiliki nilai kontrak sebesar Rp1,19 triliun termasuk PPN, dengan masa pelaksanaan selama 365 hari kalender, terhitung sejak 21 Agustus 2026.

Idwan HUTRI

Dalam proyek ini, PTPP melaksanakan pekerjaan yang mencakup berbagai aspek pembangunan dan revitalisasi, meliputi pekerjaan preliminary, struktur, arsitektur, interior, landscape, mekanikal, elektrikal, dan elektronik. Lingkup pekerjaan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas Terminal 1A serta mendukung kenyamanan dan pengalaman pengguna jasa bandar udara.

Sebagai salah satu infrastruktur transportasi udara strategis di Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas perekonomian nasional. Revitalisasi Terminal 1A menjadi bagian dari upaya pengembangan fasilitas bandar udara yang adaptif terhadap kebutuhan pengguna jasa dan perkembangan industri penerbangan.

Baca Juga:  Konektivitas Medan Meningkat, Penumpang KA Srilelawangsa Capai 358 Ribu di Januari 2026

Dalam pelaksanaan proyek, PTPP mengedepankan teknologi dan digitalisasi konstruksi melalui pemodelan dan pengelolaan informasi berbasis 3D, 4D, dan 5D, serta pemanfaatan Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), BIM 3D, dan virtual tour. PTPP juga menggunakan teknologi Ground Penetrating Radar (GPR), antara lain melalui DSX Utility Detection Solution dan Leica DS4000 Utility Detection System, untuk mendukung proses identifikasi utilitas bawah tanah secara akurat dan menunjang pelaksanaan pekerjaan yang lebih aman dan terukur.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa perolehan proyek lanjutan ini menjadi bukti kepercayaan terhadap pengalaman dan kapabilitas PTPP dalam mengerjakan proyek infrastruktur strategis.

“PTPP berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1 (T1A) Bandara Soekarno-Hatta. Dengan pengalaman, kapabilitas, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi digital dalam proses konstruksi, kami optimistis proyek ini dapat dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi peningkatan layanan transportasi udara di Indonesia,” ujar Joko Raharjo.

Baca Juga:  Indigo Gelar Road Show Meet The Investor#2 di Yogyakarta, Buka Akses Pendanaan bagi Startup dan UMKM

Dengan diperolehnya proyek lanjutan senilai Rp1,19 triliun ini, PTPP semakin memperkuat portofolio Perseroan di sektor infrastruktur transportasi. PTPP optimistis proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1 (T1A) Bandara Soekarno-Hatta dapat dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, keselamatan dan kesehatan kerja, inovasi konstruksi, serta pemanfaatan teknologi dalam setiap tahapan pekerjaan.

—SELESAI— 

Tentang PT PP (Persero) Tbk

PT PP (Persero) Tbk (kode emiten: PTPP) merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1953. Saat ini, PTPP memiliki 7 (tujuh) lini bisnis yang terintegrasi mulai dari Upstream, Middlestream sampai dengan Downstream, yang meliputi: Energi, Properti, Infrastruktur, Jasa Konstruksi, Engineering, Procurement and Construction (EPC), Peralatan Berat dan Pracetak. PTPP memiliki jejak rekam yang solid dan berhasil memenangkan penghargaan atas proyek-proyek konstruksi Pelabuhan, Pembangkit Listrik, Airport, Bendungan, dan Gedung di Indonesia. PTPP merupakan pionir untuk konsep Eco-Friendly Green Building di Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional atas hasil karyanya. PTPP mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%. Pada tahun 2015, PTPP mencatatkan saham entitas anak PT PP Properti Tbk (kode emiten: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan, PTPP berekspansi di sektor Energi dan Infrastruktur di tahun 2016. Pada tahun 2017, entitas anak yang bergerak sebagai kontraktor berbasis peralatan berat PT PP Presisi Tbk (kode emiten: PPRE) melantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 23% saham ke publik. Untuk menghadapi era Industry 4.0, PTPP melakukan strategi operasional excellence dengan menerapkan sistem informasi yang handal, yaitu ERP sebagai enterprise system utama yang didukung berbagai aplikasi penunjang operasional dalam menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan kedepan. PTPP juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi serta menjadi perusahaan yang unggul serta excellence.

Baca Juga:  ASEAN-India Bazaar 2026 Perkuat Diplomasi Budaya dan Koneksi Masyarakat Kawasan

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *