SEPEREMPAT ABAD DEMOKRAT: BAJURI TEGASKAN PARTAI TETAP SOLID, TERBUKA DAN BERSAMA RAKYAT

Bandung, Politik114 Dilihat

BANDUNG, JABARBICARA.COM – Memasuki usia seperempat abad, Partai Demokrat terus memperkuat konsolidasi organisasi dan kaderisasi di tengah dinamika politik yang semakin berkembang. Di Jawa Barat, semangat tersebut ditandai dengan komitmen menjaga soliditas internal sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin bergabung dan berkontribusi dalam perjuangan politik Demokrat.

Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Ahmad Bajuri, menegaskan bahwa dinamika perpindahan kader merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi.

Idwan HUTRI

Menurutnya, setiap warga negara memiliki kebebasan menentukan pilihan politiknya. Karena itu, keputusan seseorang untuk bergabung, bertahan maupun berpindah ke partai lain merupakan hak individu yang patut dihormati.

“Kami menghormati hak demokrasi setiap individu dalam menentukan pilihan politik. Termasuk keputusan untuk bergabung maupun meninggalkan Partai Demokrat,” ujar Bajuri.

Ia menegaskan, Partai Demokrat tidak akan mempersoalkan kader yang memilih melanjutkan aktivitas politiknya di partai lain. Bagi Demokrat, kebebasan berserikat dan menentukan pilihan politik merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi.

Namun demikian, Bajuri memastikan dinamika tersebut tidak mengganggu soliditas internal Partai Demokrat Jawa Barat.

“Kader-kader militan kita sangat solid. Kalau ada yang keluar, pasti ada kader baru yang masuk,” tegasnya.

Kaderisasi Terus Bergerak

Bajuri mengatakan, proses regenerasi dan pembinaan kader di tubuh Demokrat terus berjalan. Menurutnya, kekuatan partai tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah kader, tetapi juga oleh kualitas, loyalitas dan komitmen mereka terhadap perjuangan politik.

Ia bahkan menyebut, dalam beberapa bulan terakhir terdapat sejumlah masyarakat dari berbagai latar belakang yang menunjukkan ketertarikan untuk bergabung dengan Partai Demokrat.

Mereka berasal dari beragam profesi dan pengalaman, mulai dari pensiunan ASN, TNI, pengusaha, mantan kepala daerah hingga mantan calon anggota legislatif dari partai politik lain.

“Demokrat sebagai partai terbuka tentu saja menyambut baik mereka yang ingin ikut berkiprah,” ungkapnya.

Menurut Bajuri, masuknya kader-kader baru dari berbagai latar belakang menunjukkan adanya respons positif terhadap Partai Demokrat. Keputusan tersebut, kata dia, merupakan pilihan politik yang lahir dari pertimbangan masing-masing individu.

Menariknya, kata Bajuri, sejumlah kader yang sebelumnya sempat meninggalkan Demokrat untuk bergabung dengan partai lain kini memilih kembali.

Fenomena tersebut dinilai menjadi bagian dari dinamika politik yang harus disikapi secara dewasa dan terbuka.

Pindah Partai Hak Individu, Konsekuensi Politik Tetap Ada

Bajuri mengakui bahwa perpindahan partai merupakan hak setiap individu yang dilindungi dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap keputusan politik tetap memiliki konsekuensi.

Seseorang yang berpindah partai, misalnya, harus siap kehilangan posisi atau jabatan tertentu di partai sebelumnya, menghadapi perubahan persepsi publik, serta membangun kembali kepercayaan dan kredibilitas di lingkungan politik yang baru.

Karena itu, menurut Bajuri, politik bukan hanya persoalan mengenai ke mana seseorang berpindah, melainkan juga bagaimana menjaga integritas, konsistensi dan kontribusi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

25 Tahun Demokrat, Tetap Bersama Rakyat

Partai Demokrat didirikan pada 9 September 2001. Pada 2026, partai tersebut genap berusia 25 tahun.

Seperempat abad perjalanan Demokrat menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat arah perjuangan politik ke depan.

Peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat tahun 2026 mengusung tema “Demokrat Bersama Rakyat: Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, Menjaga Demokrasi.”

Tema tersebut menjadi penegasan bahwa keberadaan partai tidak hanya berkaitan dengan dinamika politik dan kekuasaan, tetapi juga dengan perjuangan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi Demokrat Jawa Barat, memasuki usia 25 tahun bukan sekadar perayaan usia organisasi. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat konsolidasi, memperluas kaderisasi dan menjaga kedekatan dengan masyarakat.

Bajuri optimistis Demokrat akan terus mengambil bagian dalam dinamika politik Jawa Barat dengan mengedepankan semangat keterbukaan dan perjuangan bersama rakyat.

Sebab, di tengah politik yang terus berubah, soliditas organisasi, regenerasi kader dan keberpihakan kepada rakyat menjadi fondasi penting agar perjuangan politik tetap memiliki arah dan makna.(JB/RF)

Baca Juga:  Budi Rahadian Optimis Paslon Syakur Amin-Putri Karlina Menangkan Pilkada Garut dan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Menangkan Pilgub Jabar

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *