Detik-detik Mencekam Pasar Andir Bayongbong: Puluhan Kios Ludes Dilalap Api, ASDA 2 Garut Turun Langsung di Tengah Malam

Garut, Peristiwa162 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM — Malam yang seharusnya menjadi waktu bagi para pedagang untuk beristirahat berubah menjadi kepanikan. Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu malam (7/10/2026) hingga Kamis dini hari.

Api dengan cepat membesar dan melalap deretan kios pedagang. Kobaran api bahkan terlihat membumbung tinggi hingga membuat langit malam di sekitar Pasar Andir memerah pekat.

Idwan HUTRI

Sejumlah siaran langsung di media sosial dan video amatir warga memperlihatkan detik-detik mencekam saat api masih berkobar di dalam bangunan kios. Sebagian atap bangunan terlihat telah jebol akibat dahsyatnya kobaran api.

Berdasarkan pantauan hingga dini hari, belasan hingga puluhan kios dilaporkan terdampak dan sebagian di antaranya ludes terbakar. Besarnya kobaran api membuat upaya pemadaman berlangsung cukup dramatis.

Baca Juga:  Upaya Meningkatkan Kesadaran Hidup Sehat, Dinkes Garut Gelar Koordinasi Mitra GERMAS

Puluhan personel gabungan dikerahkan ke lokasi. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD, TNI, dan Polri berjibaku melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk mencegah api kembali membesar dan merembet ke bangunan lain.

ASDA 2 GARUT TURUN LANGSUNG DI TENGAH MALAM

Di tengah kepanikan para pedagang, jajaran Pemerintah Kabupaten Garut bergerak cepat. Asisten Daerah (Asda) II Setda Kabupaten Garut, Dedi Mulyadi, S.H., M.Si., turun langsung meninjau lokasi kebakaran.

Dedi Mulyadi datang bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut serta Camat Bayongbong untuk memantau langsung proses penanganan bencana.

Dalam rekaman video yang beredar dari lokasi kejadian, Dedi Mulyadi menyampaikan keterangannya kepada media.

“Kebakaran Pasar Andir Kecamatan Bayongbong sama Pak Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Pak Camat,” ujar Dedi Mulyadi saat berada di lokasi.

Kehadiran pejabat Pemkab Garut di tengah malam menjadi bagian dari respons cepat pemerintah dalam memastikan proses penanganan kebakaran berjalan serta kondisi di lapangan dapat segera dipantau.

PEDAGANG TERPUKUL, KIOS DAN MODAL USAHA JADI TARUHAN

Bagi para pedagang, kebakaran tersebut bukan sekadar musibah yang menghanguskan bangunan. Di balik deretan kios yang terbakar, terdapat modal usaha, barang dagangan, dan sumber penghidupan keluarga yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi.

Tangisan dan kepanikan tak terhindarkan ketika para pedagang menyaksikan tempat mereka mencari nafkah dilalap api.

Kehadiran pemerintah di lokasi diharapkan tidak berhenti pada penanganan kebakaran. Para pedagang tentunya membutuhkan pendataan kerugian, kepastian penanganan pascakebakaran, serta perhatian terhadap keberlangsungan usaha mereka setelah musibah tersebut.

Terlebih, pasar merupakan salah satu denyut nadi perekonomian masyarakat. Ketika kios terbakar, yang ikut terancam bukan hanya bangunan, tetapi juga mata pencaharian keluarga para pedagang.

PENYEBAB DAN TOTAL KERUGIAN MASIH DIDATA

Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Penyebab pasti kebakaran belum diketahui dan masih dalam penanganan serta penyelidikan pihak berwenang.

Demikian pula dengan jumlah pasti kios yang terbakar dan total kerugian material masih dalam proses pendataan.

Pemerintah dan petugas gabungan diharapkan dapat segera menyelesaikan proses penanganan serta memberikan kepastian kepada para pedagang yang terdampak.

Satu malam, puluhan kios bisa berubah menjadi puing. Namun bagi para pedagang Pasar Andir, yang terbakar bukan hanya bangunan—melainkan sebagian dari harapan dan sumber penghidupan mereka. [RF/JB]

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *