GARUT, JABARBICARA.COM – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Garut 2025 yang akan digelar pada 14–15 September mendatang, peta politik kepemudaan langsung mengerucut. Dari lima nama yang sempat mengambil formulir pendaftaran, hanya satu orang yang resmi maju, yakni Agil Syahrizal. Tanpa rival, Agil pun dipastikan melenggang mulus menuju kursi Ketua DPD KNPI Garut.
Proses pendaftaran calon Ketua KNPI berlangsung di Gedung Pemuda, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul. Ketua Steering Committee (SC), Cepi, memastikan bahwa pendaftaran resmi ditutup pada Rabu (28/8/2025) pukul 17.00 WIB. Dari lima nama yang sebelumnya mengambil formulir sejak 23 Agustus, hanya Agil Syahrizal yang mengembalikannya.
“Setelah batas waktu berakhir, hanya Bung Agil Syahrizal yang menyerahkan kembali formulir. Selanjutnya kami akan masuk tahap verifikasi hingga pelaksanaan Musda pada 14–15 September mendatang,” jelas Cepi.
Fenomena ini sontak memunculkan pertanyaan publik: mengapa hanya satu orang yang berani maju, padahal semula ada lima nama yang menunjukkan keseriusan dengan mengambil formulir? Keputusan empat kandidat lain untuk tidak melanjutkan pendaftaran menimbulkan spekulasi adanya konsolidasi politik sejak dini.
Salah satu yang paling disorot adalah langkah Oky Caressa. Sosok yang sebelumnya digadang sebagai kandidat kuat itu justru memilih tidak mengembalikan formulir. Alih-alih bersaing, ia menyatakan dukungan penuh kepada Agil.
“Bung Agil itu bukan orang lain bagi saya. Kami satu rumah, satu cita-cita. Politik pemuda adalah mencari musyawarah dan mufakat. Maka saya pribadi dan teman-teman sepakat mendukung penuh Bung Agil maju sebagai Ketua DPD KNPI Garut,” ujar Oky dengan tegas.
Pernyataan ini memperkuat posisi Agil sebagai satu-satunya calon, sekaligus menutup pintu kompetisi terbuka. Dukungan Oky yang dianggap memiliki basis kuat menandakan terjadinya kompromi politik pemuda dalam rangka menjaga kekompakan menjelang Musda.
Agil sendiri menyambut situasi ini dengan rasa syukur dan penuh kehati-hatian. Ia menganggap dukungan yang datang merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan bijak.
“Saya berterima kasih kepada panitia SC yang netral, juga kepada Kang Oky yang menunjukkan kebesaran hati dengan mendukung penuh saya. Ini bukan soal siapa yang maju, tapi bagaimana kita bersama-sama menurunkan ego demi pemuda Garut yang lebih hebat,” kata Agil.
Lebih lanjut, Agil menegaskan bahwa Musda 14–15 September mendatang harus dijadikan momentum untuk menyatukan energi pemuda Garut. Ia berkomitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dalam pembentukan pengurus baru.
“Kita semua punya tujuan yang sama, yakni mewujudkan pemuda Garut yang hebat. Melalui tim formatur nanti, kita akan menyusun kepengurusan yang solid agar mampu berkolaborasi demi masa depan Garut yang lebih bermartabat,” tambahnya.
Fenomena tanpa rival ini menimbulkan dua tafsir besar: apakah mencerminkan soliditas pemuda Garut yang lebih memilih mufakat, atau justru kompromi politik sejak dini yang membuat kompetisi diredam? Yang jelas, Musda KNPI Garut 2025 tampaknya akan menjadi forum konsolidasi, bukan pertarungan sengit.
Pada akhirnya, Musda bukan sekadar ajang perebutan kursi, melainkan momentum penting untuk menentukan arah kaderisasi dan kepemimpinan pemuda Garut. Dari proses ini diharapkan lahir generasi muda yang visioner, mampu menjaga persatuan, dan siap membawa KNPI Garut ke level yang lebih tinggi. [JB]