GARUT, JABARBICARA.COM- Aliansi Aktivis Peduli Bangsa dengan tegas menyampaikan kecaman terhadap DPR-RI dan oknum aparatur keamanan yang dianggap menjadi pemicu konflik besar serta huru-hara yang melanda bangsa ini.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh Andri Andreans H, ketua Umum aliansi, mereka menyoroti serangkaian kebijakan pemerintah dan tindakan represif aparat yang memicu kemarahan masyarakat.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya salah satu demonstran, almarhum Affa Kurniawan, seorang sopir ojek online, yang menjadi korban dalam aksi massa. Semoga beliau ditempatkan di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Andri dengan nada penuh duka.
Ia menegaskan bahwa kejadian ini berawal dari kebijakan pemerintah yang dinilai bobrok, termasuk kenaikan gaji dan tunjangan DPR-RI serta perilaku tidak etis anggota DPR yang berjoget di ruang rapat, yang dianggap sebagai tempat sakral.
Menurut Andri, kebijakan-kebijakan tersebut memantik gelombang aksi besar dari masyarakat, yang sayangnya berujung pada tindakan represif oleh oknum aparat kepolisian, khususnya Brimob, hingga menyebabkan hilangnya nyawa.
“Tindakan represif ini telah memicu efek domino, membuat amarah masyarakat tak terbendung,” tegasnya. Aliansi Aktivis Peduli Bangsa mengeluarkan enam poin tuntutan, antara lain:
- Mengecam aparat kepolisian agar segera mengadili oknum yang bertanggung jawab atas korban jiwa secara adil.
- Mengutuk tindakan represif oknum kepolisian terhadap massa aksi dan masyarakat sipil.
- Mengajak masyarakat untuk terus menggemakan suara keadilan hingga kenaikan gaji dan tunjangan DPR dibatalkan.
- Mendesak Presiden dan Mahkamah Konstitusi untuk mereformasi DPR-RI dan mengawal pembatalan kenaikan tunjangan DPR.
- Menuntut pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena gagal melindungi demonstran dan membiarkan tindakan represif berulang.
- Mengutuk oknum DPR dari pusat hingga daerah yang menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan pribadi.
Andri menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini harus dilakukan secara cepat, lugas, dan adil untuk mencegah efek domino yang dapat memicu konflik lebih besar dan korban jiwa lebih banyak.
“Jika tidak ada solusi konkrit dari pemerintah dan lembaga terkait, bangsa ini berisiko menghadapi masalah baru yang lebih serius,” tutupnya dengan nada tegas.
Aliansi Aktivis Peduli Bangsa berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga keadilan ditegakkan dan reformasi kebijakan dilakukan demi kepentingan rakyat. [JB]