Dena, perwakilan Dongeng Ceria, mengungkapkan bahwa gagasan Zona Anak muncul dari kekhawatiran saat pertama kali terjun langsung ke Provinsi Aceh. Banyak anak terlihat berlarian dan mengejar kendaraan yang berhenti di jalan ketika orang tua mereka sedang melakukan pembersihan rumah. Kondisi tersebut dinilai berbahaya, baik karena risiko kecelakaan maupun paparan debu yang dapat mengganggu kesehatan. Melihat hat tersebut, Dongeng Ceria menghadirkan Zona Anak agar anak-anak bisa berkumpul di satu tempat yang aman dan terpantau dengan baik sehingga orang tua dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir.
Pelaksanaan Zona Anak dilakukan secara kolaboratif bersama lembaga-lembaga lain yang memiliki kepedulian terhadap isu anak dan kebencanaan di Aceh.
Program ini tentunya tidak dapat berjalan sendiri, Dena mengungkapkan bahwa pada salah satu lokasi Zona Anak di Mushola Al Hikmah, Kecamatan Karang Baru terdapat kurang lebih 100 anak. Dena memberikan apresiasi kepada _”emak-emak”_ hebat dan warga sekitar yang mendukung penuh kegiatan ini, mulai dari membantu memasak hingga menyiapkan makanan, sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan perut yang kenyang.
Dena menceritakan bahwa setiap titik lokasi Zona Anak menggunakan kurikulum kegiatan yang sama. Aktivitas dimulai pukul 14.00 waktu setempat setelah anak-anak melaksanakan salat Zuhur dan makan siang. Rangkaian kegiatan meliputi _ice breaking_, aktivitas motorik seperti menggambar, menulis, membuat cerita, hingga melipat origami. Kegiatan dilanjutkan dengan istirahat, salat Asar berjamaah, serta mengaji bersama menggunakan Iqro dan Al-Qur’an.
Selain bermain dan belajar, anak-anak juga diajarkan nilai disiplin dan kemandirian, seperti merapikan sandal, membersihkan area belajar, dan menjalankan jadwal piket.
Dena menuturkan bahwa dalam kondisi yang memprihatinkan sekalipun, anak-anak tetap harus mendapatkan haknya untuk belajar dan bermain. Zona Anak ingin menanamkan bahwa mereka tetap bisa tumbuh menjadi anak-anak yang hebat.
Di samping itu, Zona Anak akan terus berjalan hingga anak-anak dapat kembali bersekolah secara layak. Mengingat kondisi sejumlah sekolah yang belum memungkinkan untuk digunakan, pendampingan akan dilanjutkan sampai situasi dinilai aman. Dongeng Ceria juga memiliki program pembersihan sekolah untuk mengoptimalkan pemulihan fasilitas sekolah bersama tim gabungan setempat.
Kehadiran Zona Anak sangat disambut antusias oleh anak-anak. Hal ini disampaikan oleh Ayesha Ningrum umur 8 tahun yang merupakan siswa kelas 2 tingkat Sekolah Dasar (SD). Ia mengaku senang mengikuti kegiatan seperti menggambar dan bermain bersama teman-teman.
Sementara itu, Aufa Bima, anak berumur 10 tahun kelas 5 SD mengungkapkan sangat bahagia bisa tetap bermain dan melakukan kegiatan membersihkan masjid. Mereka mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang telah mengajarkan banyak hal serta melahirkan rasa aman dan menyenangkan di dekat tempat tinggal mereka.
Abdul Muhari, Ph.D.Suara Anak-Anak
Saat ini, Zona Anak telah hadir di lima titik, meliputi :
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
ZONA ANAK: Pendampingan dan Pemulihan Psikososial Anak di Aceh Tamiang







