GARUT, JABARBICARA.COM – Rusmana resmi terpilih sebagai Ketua MIO Indonesia Pengurus Daerah (PD) Kabupaten Garut dalam Kongres Daerah (Kongresda) II yang digelar Sabtu (14/2/2026) di Bukit Tegal Malaka, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
Rusmana terpilih setelah melalui proses pemilihan yang diikuti tiga calon. Seluruh rangkaian Kongresda II berlangsung lancar dari awal hingga akhir.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie serta Ketua Umum DPW MIO Indonesia Jawa Barat Azhari.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Prayogie menyampaikan bahwa pembentukan PD Kabupaten Garut menjadi salah satu dari lebih dari 120 pengurus daerah yang telah terbentuk secara nasional. Hingga 2026, kata dia, MIO Indonesia telah memiliki kepengurusan wilayah (DPW) di 27 provinsi.
“Pembentukan PD di Kabupaten Garut ini merupakan yang ke-120 sekian secara nasional. Untuk DPW, saat ini sudah terbentuk di 27 provinsi,” ujar Prayogie.
Menurut dia, pembentukan DPW dan PD secara masif merupakan bagian dari langkah strategis organisasi untuk memenuhi persyaratan menjadi konstituen Dewan Pers.
Ia menjelaskan, secara ketentuan, organisasi pers harus memiliki keterwakilan minimal di 20 provinsi. Namun, MIO Indonesia memperluas jangkauan hingga 27 provinsi guna mengantisipasi proses verifikasi faktual.
“Selain keterwakilan wilayah, kami juga mempersiapkan aspek legalitas dan kelengkapan perkantoran di setiap DPW. Sekretariat harus memiliki alamat jelas, sarana kerja, dan administrasi yang tertata,” katanya.
Prayogie menambahkan, untuk menjadi konstituen Dewan Pers, organisasi juga harus memiliki sedikitnya 200 perusahaan media anggota yang telah terverifikasi secara faktual dan administratif.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa legalitas badan hukum perusahaan media menjadi prioritas utama. Ia meminta seluruh anggota MIO berbentuk perseroan terbatas (PT), bukan perorangan atau yayasan, serta memiliki akta notaris, struktur komisaris dan direksi, modal dasar yang jelas, serta klasifikasi usaha yang sesuai regulasi terkini.
“Yang paling utama adalah badan hukumnya harus benar. Media anggota harus berbentuk PT dan sesuai dengan ketentuan regulasi, termasuk klasifikasi baku lapangan usaha,” ujarnya.
Kepada Ketua PD Garut terpilih, Prayogie berpesan agar meningkatkan kualitas pemberitaan media anggota. Ia menekankan pentingnya penerapan kaidah jurnalistik yang mengacu pada Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
“Konten pemberitaan mencerminkan kualitas media. Karena itu, perbaiki tata bahasa, kedalaman isi, dan patuhi kaidah jurnalistik,” katanya.
Ia berharap MIO Indonesia dapat menjadi wadah pembinaan dan pemberdayaan perusahaan media, sekaligus memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua Umum DPW MIO Indonesia Jawa Barat, Azhari, menyampaikan bahwa hingga kini terdapat enam kabupaten/kota di Jawa Barat yang telah membentuk PD. Empat di antaranya sudah melaksanakan Kongresda, termasuk Kabupaten Garut.
“Target kami, dua daerah lainnya bisa segera menyelesaikan proses pembentukan sebelum Ramadhan, sehingga seluruh program organisasi bisa dijalankan secara optimal,” ujar Azhari.
Ia juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas konten media anggota di tengah persaingan industri media online yang semakin ketat. Menurut dia, DPW Jawa Barat akan memprioritaskan pembenahan administrasi organisasi dan perusahaan media sebelum menjalankan program lanjutan.
“Setelah seluruh Kongresda selesai, fokus kami adalah penguatan administrasi dan peningkatan kualitas media anggota,” katanya. (MF)







