Duka di Tepian Cikandang: Bocah 9 Tahun Hilang Ditelan Arus, Pencarian Masih Nihil

Peristiwa248 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Suasana pilu menyelimuti Kampung Bolang, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Hingga Senin (2/3/2026), doa-doa tak putus dipanjatkan saat tim SAR gabungan bertaruh dengan waktu dan derasnya jeram Sungai Cikandang demi menemukan Bagja bin Robi (9), bocah yang hilang ditelan arus sungai yang ganas.

Langkah kaki kecil Bagja terhenti secara tragis saat ia mencoba menyeberangi sungai. Berdasarkan kesaksian pilu teman sebayanya, air yang semula tenang mendadak berubah menjadi monster yang menyeret tubuh kecil pelajar sekolah dasar tersebut. Dalam sekejap, keceriaan anak-anak itu berubah menjadi jerit histeris saat Bagja hilang dari pandangan, terbawa arus menuju hilir.

Camat Pakenjeng Deni membenarkan di wilayahnya terjadi musibah bocah terbawa arus, kami masih di lokasi untuk proses pencarian korban satu orang singkat Camat saat dikonfirmasi media melalui pesan WhatsApp.

Kapolsek Pakenjeng, IPTU H. Muslih Hidayat, menggambarkan betapa beratnya medan yang harus dihadapi petugas. Di bawah langit Pakenjeng, personel Polsek, TNI, BPBD, hingga petugas Damkar Bungbulang harus berjibaku menyisir bantaran sungai yang licin dan penuh bebatuan cadas.

“Kami terus melakukan penyisiran manual dan memperluas radius pencarian. Setiap sudut yang berpotensi menjadi titik tersangkutnya korban kami periksa dengan penuh ketelitian,” ujar IPTU Muslih dengan nada penuh keprihatinan.

Baca Juga:  Soroti Peristiwa Neglasari, Pernah Menjadi Guru dan Murid, Masih Terikat Keluarga: Advokat LBH PGRI Garut: Musyawarah Harus Menjadi Jalan Utama

Medan Cikandang bukanlah lawan yang mudah. Arus yang menderu kencang dan kontur sungai yang ekstrem menjadi dinding penghalang yang nyata bagi tim penyelamat. Meski perahu karet dan peralatan evakuasi telah dikerahkan, keberadaan Bagja masih menjadi misteri yang menyayat hati keluarga yang menanti di tepian.

Tragedi ini menjadi alarm keras bagi seluruh orang tua di wilayah Garut Selatan. Di tengah meningkatnya debit air sungai, pengawasan terhadap buah hati bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mutlak.

Hingga berita ini diturunkan, seragam sekolah Bagja mungkin masih tersimpan rapi di rumahnya, namun sang pemilik belum juga kembali. Tim SAR gabungan menegaskan tidak akan menyerah dan akan terus menyisir setiap jengkal Sungai Cikandang hingga harapan itu menemukan titik terang.

Baca Juga:  Mengedepankan Hati Nurani, Desa Situsari Sukses Selesaikan Perselisihan Melalui Rumah Keadilan Restoratif

Dari informasi terakhir pukul 18.00 wib yang didapat tim redaksi, korban sudah ditemukan dan sudah dievakuasi ke kediaman orang tua korban. [JB/RF]

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *