GARUT, JABARBICARA.COM – Di tengah hantaman gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang membayangi sektor industri nasional, sebuah manifesto kemandirian lahir dari sudut Jalan Tenjolaya, Kabupaten Garut. Pada Sabtu (14/03/2026), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea (AGN), melakukan kunjungan mendadak yang membawa pesan tunggal dan kuat: Buruh Indonesia pantang menyerah pada nasib.
Kunjungan ke rumah konveksi Karirap ini bukan sekadar seremoni. Di lokasi yang terletak di jantung pemukiman Kelurahan Jayawaras tersebut, AGN menyaksikan langsung heroisme 26 eks buruh korban PHK yang menolak untuk tumbang. Dengan deru mesin jahit yang konstan, mereka membuktikan bahwa kemandirian adalah jawaban mutlak atas keterpurukan ekonomi.
Solidaritas Tanpa Batas
“Saya hadir di sini untuk memberikan bukti, bukan sekadar janji. Apa yang dilakukan teman-teman di Karirap adalah manifestasi nyata bahwa solidaritas sanggup menciptakan peluang di tengah situasi sesulit apa pun,” tegas Andi Gani dengan nada lugas dan berwibawa.
Tokoh buruh yang juga menjabat sebagai Penasihat Kapolri ini menekankan bahwa KSPSI secara organisasi akan terus “memasang badan” bagi anggotanya. Karirap, yang dikoordinir oleh Ketua KSPSI Garut, Andri Hidayatullah, kini bertransformasi menjadi benteng produksi garmen yang melayani pesanan hingga mancanegara daerah. Hebatnya, meski berskala lokal, seluruh pekerjanya telah terproteksi penuh oleh jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.
Apresiasi Hukum dan Sinergitas Keamanan

Langkah taktis AGN ini mendapat apresiasi tinggi dari praktisi hukum kenamaan sekaligus Kuasa Hukum KSPSI Garut, Budi Rahadian, S.H. Ia menyebut kehadiran Presiden KSPSI sebagai “Angin Segar” bagi eks karyawan PT Danbi International yang kini tengah menanti kepastian hukum di tingkat Kasasi Mahkamah Agung.
“Ini adalah suntikan moril luar biasa. Di saat proses hukum berjalan, Bapak Andi Gani hadir memberikan solusi konkret berupa modal usaha agar buruh tetap bisa menyambung hidup dengan terhormat,” ujar Budi Rahadian.
Ia juga memuji sinergitas tinggi dengan kehadiran Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P., sebagai bukti bahwa keamanan dan kesejahteraan buruh adalah prioritas bersama.
Komitmen Tempur: Naik Kelas atau Mati!
Andi Gani menegaskan komitmennya untuk membawa usaha mikro ini ke level yang lebih tinggi. Ia mengumumkan bahwa Pusat Pendidikan dan Pelatihan KSPSI di Purwakarta akan diresmikan oleh Presiden RI pada Juni mendatang.
“Mulai Juli, para pekerja terdampak PHK akan digembleng dengan kemampuan digital marketing dan komputasi modern. Kita tidak hanya bertahan, kita akan menyerang balik tantangan zaman dengan kompetensi baru!” tambahnya dengan penuh optimisme.
Pesan Tegas: Tidak Ada yang Tertinggal
Menutup kunjungannya dengan pemberian bantuan modal dan santunan, AGN menitipkan pesan keras kepada seluruh jajaran serikat di Indonesia: Dilarang keras membiarkan anggota berjuang sendirian.
“Jangan pernah menyerah. Kami tidak akan meninggalkan satu pun kawan di garis belakang. Tetaplah bertahan, tetaplah produktif, dan tetaplah tegak berdiri!” serunya membakar semangat para pekerja.
Dari sebuah gang kecil di Garut, para buruh ini telah mengirimkan sinyal kuat ke seluruh negeri: Bahwa harapan tidak akan pernah padam selama mesin kreativitas dan kerja keras terus berputar. (Red)








