Ridho, Syukur, Uhrowi: Bekal Spiritual Para Senior Garut Menjemput Keberkahan Ramadan

Pendidikan197 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Menembus Batas Usia, Kehangatan dan Semangat ‘RSU’ di Milad ke-3 Paguyuban Dharma Wulan Garut, di penghujung Ramadan 1447 Hijriah, suasana di Kedai Bank Baso, Muara Sanding, tampak berbeda. Gelak tawa dan binar bahagia terpancar dari wajah-wajah senior yang tergabung dalam Paguyuban Dharma Wulan (PDW) Cabang Garut.

Meski rambut telah memutih, semangat yang ditunjukkan puluhan lansia dari berbagai latar belakang profesi ini membuktikan bahwa usia hanyalah angka, sementara pengabdian adalah keabadian.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

Mengusung konsep “Lansia Hibur Lansia: Bersama Kita Sehat dan Bahagia”, acara ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pernyataan sikap bahwa masa tua harus dijalani dengan Mandiri, Terhormat, dan Bermakna. Sebelum prosesi inti, panggung sederhana namun elegan menjadi saksi kepiawaian para anggota membawakan tembang-tembang lawas dan kekinian, menciptakan atmosfer nostalgia yang penuh kehangatan.

Baca Juga:  Sucinaraja Bergejolak, SPT Korwil Dipertanyakan: Dinas Pendidikan Garut Sedang Menguji Nalar Publik?

Acara dibuka dengan khidmat lewat lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Fitri, disusul gema lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne Dharma Wulan yang dipandu oleh Sekretaris Cabang, Bapak Mujiharto (Pak Totok).

Filosofi RSU: Kunci Kebahagiaan Lansia
Ketua PDW Cabang Garut, Ustadz H. Hudan Mushafuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Dharma Bakti organisasi serentak di seluruh Indonesia. Dengan nada tegas namun menyentuh, beliau membagikan resep hidup bahagia melalui konsep “RSU”:

  1. Ridho: Menerima setiap ketetapan Allah dengan lapang dada.
  2. Syukur: Menghargai setiap detik nafas dan nikmat yang masih tersisa.
  3. Uhrowi: Menjadikan setiap langkah sebagai bekal persiapan menuju akhirat.
Baca Juga:  WEBSITE SPMB SULIT DIAKSES, CALON SISWA DAN ORANG TUA KELUHKAN KESIAPAN PPDB SMKN 4 GARUT

“Menjadi lansia bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan. Namun, menjadi bahagia adalah pilihan kita sendiri,” ujar H. Hudan. Beliau menekankan pentingnya membangun kesadaran diri, tahu diri, dan mempersiapkan diri di sisa usia.

Tiga Tahun Merajut Kebersamaan
Momen haru menyeruak saat prosesi tiup lilin dan potong kue menandai hari jadi ke-3 PDW Cabang Garut. Di sela acara, dilakukan pula penyaluran bingkisan titipan dari pengurus pusat sebagai bentuk kepedulian nyata antar sesama anggota.

Pemilihan lokasi di Kedai Bank Baso yang strategis dan nyaman menambah keakraban suasana. Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang penuh kesederhanaan namun kaya akan makna persaudaraan. Melalui kegiatan ini, PDW Garut membuktikan bahwa di masa senja pun, mereka tetap mampu menjadi pelita yang menginspirasi generasi muda untuk terus bergerak dan bermakna bagi sesama. [JB/RF]

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *