Enam Tahun Cahaya FSPS: Menenun Harapan di Bawah Langit Sukamulya

Garut, Jabar, Keagamaan392 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Di bawah naungan langit cerah Desa Sukamulya pangatiakn, sebuah manifestasi cinta dan ketulusan kembali berpendar. Forum Silaturahmi Pemuda Sukarendah (FSPS) membuktikan bahwa pengabdian pada tanah kelahiran bukanlah narasi kosong, melainkan sebuah jihad sosial yang membasuh dahaga spiritualitas warga.

Memasuki tahun keenam langkah perjuangannya, FSPS kembali meneguhkan eksistensi melalui aksi solidaritas kemanusiaan yang berpusat di Masjid Nurul Ihsan, Kampung Sukarendah, Kecamatan Pangatikan. Atmosfer khidmat menyelimuti halaman masjid saat ratusan warga bersimpuh dalam bingkai Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah, menyatukan doa dalam satu frekuensi ketaatan.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

Lantunan suci ayat Al-Qur’an oleh Salman membuka gerbang keberkahan siang itu. Namun, suasana seketika berubah menjadi haru biru saat prosesi santunan diberikan secara simbolis kepada 100 anak yatim, dhuafa, dan lansia. Senyum yang merekah di wajah-wajah renta dan binar mata anak-anak yatim menjadi saksi bisu konsistensi FSPS sejak dideklarasikan pada 2 Februari enam tahun silam.

Baca Juga:  Tips jualmobilmu.id Untuk Mengecek 10 Komponen Mobil Sebelum Mudik agar Aman dan Nyaman

Swadaya dan Kemuliaan Hati
Irwan Hermansyah, mewakili FSPS, menegaskan bahwa pergerakan ini murni lahir dari rahim kebersamaan. Dana yang terhimpun merupakan hasil perjuangan swadaya anggota, pengurus, serta para donatur—baik yang menetap di desa maupun para perantau di perkotaan—yang disatukan oleh visi memuliakan tanah kelahiran.

“Kekompakan ini adalah bentuk cinta kami. Kami ingin pemuda menjadi motor penggerak kebaikan, bukan sekadar penonton perubahan,” tegas Irwan dengan nada penuh kesyukuran. Beliau juga menekankan pentingnya transparansi sebagai urat nadi organisasi, sembari memohon doa agar FSPS senantiasa diberikan keistiqomahan dalam jalan dakwah ini.

Apresiasi tinggi datang dari sesepuh masyarakat sekaligus Ketua DKM Nurul Ihsan, Ustadz Aceng. Dengan nada bicara yang dalam dan menyentuh, beliau menyampaikan rasa bangganya.

Baca Juga:  PD 'Aisyiyah Garut Bersama Kemenkes dan Dinkes Canangkan Komitmen Pencegahan Sunat Perempuan

“Jazakumullahu khairan katsira atas kerja keras pemuda-pemudi FSPS. Ini kegiatan yang sangat bermanfaat. Semoga ke depan semakin besar, berkualitas, dan meningkat. Taqabbalallahu minna wa minkum,” ungkapnya penuh haru.

Menantang Zaman dengan Iman
Tak hanya menyentuh sisi kemanusiaan, acara ini juga menjadi oase intelektual melalui Tabligh Akbar bertajuk “Ramadhan Move On, Pemuda Hijrah: Pemuda Islam Menghadapi Zaman Now”. Ustadz Maulana Firdaus, S.H., dalam tausiyahnya berhasil menggetarkan sanubari para pemuda pemudi dan warga untuk tetap teguh memegang teguh panji agama di tengah gempuran modernisasi yang kian liar.

Kehadiran jajaran Pemerintah Desa Sukamulya, mantan Kepala Desa, PC Persis Pangatikan, hingga para tokoh masyarakat memberikan marwah tersendiri. Sinergi antara semangat membara pemuda dan kearifan para orang tua menjadi kunci pembangunan desa yang paripurna.

Baca Juga:  KASUS WISATA ASN SUCINARAJA AKHIRNYA TERUNGKAP! Kabid SD Garut Akui Ada Pelanggaran Disiplin, Kepsek dan Operator Sudah Ditegur

Enam tahun berjalan, FSPS bukan lagi sekadar komunitas; ia telah menjelma menjadi rumah bagi harapan. Sebuah bukti otentik bahwa di tangan para pemuda yang religius dan militan, masa depan kampung halaman akan selalu memiliki cahaya untuk terus bersinar. [RF/JB]

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *