GARUT, JABARBICARA.COM – Semangat gotong royong dan harapan akan perubahan tampak jelas dari wajah-wajah warga Kampung Santeum, RT 04 RW 09, Desa Wangunjaya, Kecamatan Pakenjeng. Masyarakat setempat dengan penuh antusias menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) sebagai langkah awal menuju perbaikan infrastruktur jalan lingkungan yang selama ini menjadi keluhan utama.
Kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan akses pendidikan. Kini, secercah harapan mulai muncul. Dalam musyawarah tersebut, disepakati rencana pembangunan rabat beton yang dijadwalkan mulai dilaksanakan pada akhir Mei atau awal Juni 2026.
Kepala Desa Wangunjaya, Kecamatan Pakenjeng, Dadang Sutisna, sebagai narasumber utama kepada media menyampaikan bahwa perjuangan ini bukanlah proses yang instan. Aspirasi warga telah lama diperjuangkan melalui berbagai tahapan hingga akhirnya mendapat perhatian dan dukungan nyata.
“Ini adalah hasil dari perjuangan bersama. Aspirasi masyarakat kami sampaikan, dan Alhamdulillah mendapat respons dari Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Garut, Dadan Wadiansyah. Rencana pembangunan ini difasilitasi melalui aspirasi pokok-pokok pikiran (pokir) beliau,” ujar Dadang Sutisna.
Ia juga menuturkan bahwa pada kesempatan sebelumnya, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Garut, Dadan Wadiansyah, menegaskan bahwa bantuan pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari penyaluran aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.
“Aspirasi ini datang langsung dari warga Kampung Santeum. Kami melihat kondisi di lapangan memang membutuhkan penanganan segera. Melalui pokir, kami berupaya mendorong agar pembangunan ini bisa direalisasikan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Dadang Sutisna, mengutip pernyataan Dadan Wadiansyah.
Peran Dadan Wadiansyah dinilai sangat penting dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pembangunan daerah. Kiprahnya sebagai wakil rakyat dinilai mampu mempercepat realisasi pembangunan yang selama ini dinantikan warga.
Tak hanya pemerintah desa, masyarakat pun menunjukkan keterlibatan aktif. Mereka hadir dalam musyawarah, menyampaikan aspirasi, hingga menyepakati prioritas pembangunan dengan penuh kesadaran kolektif.
Ucapan terima kasih pun mengalir dari warga yang merasa didengar dan diperjuangkan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Jalan ini sudah lama kami harapkan diperbaiki. Mudah-mudahan pembangunan berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi kami semua,” ungkap salah seorang warga dengan penuh haru.
Pembangunan rabat beton ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol harapan, perjuangan, dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan wakil rakyat. Di tengah keterbatasan, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama untuk mewujudkan perubahan nyata.
Kini, warga Kampung Santeum menatap masa depan dengan lebih optimistis. Jalan yang sebelumnya rusak perlahan akan berubah menjadi akses yang layak—membuka peluang, memperkuat ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (JB/RF)







