GARUT,JABARBICARA.COM – Suasana penuh khidmat, hangat, dan sarat semangat kebersamaan mewarnai proses Musyawarah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sukawening yang digelar di Aula Lantai 2 Kantor Kecamatan Sukawening, Selasa (12/05/2026). Momentum penting ini menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan baru MUI Kecamatan Sukawening untuk periode 2026–2031, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara ulama, umara, serta berbagai elemen masyarakat.
Melalui proses musyawarah dan sidang pleno pemilihan yang berlangsung demokratis, forum akhirnya menetapkan “Kiai Rd Sya’ad Aliyudin sebagai Ketua Umum MUI Kecamatan Sukawening periode 2026–2031.”
Penetapan tersebut disambut antusias para peserta yang hadir, menandai harapan baru bagi penguatan peran ulama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Acara tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimcam Sukawening, para tokoh agama, kepala desa, organisasi Islam, hingga tokoh masyarakat. Hadir pula jajaran pengurus MUI tingkat kabupaten dan kecamatan, perwakilan MWC NU, PC Muhammadiyah, serta berbagai unsur strategis lainnya yang menunjukkan eratnya sinergitas lintas elemen di wilayah Sukawening.
Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI terpilih, Kiai Rd Sya’ad Aliyudin, menyampaikan bahwa amanah yang diembannya bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.
“Sebetulnya jabatan amanah ini adalah suatu musibah. Namun insyaallah ke depan bisa menjadi berkah dan menghadirkan kemaslahatan umat, terutama bagi warga Kecamatan Sukawening,” ungkapnya dengan penuh kerendahan hati.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan MUI sebagai mitra strategis pemerintah kecamatan dan desa, khususnya dalam menjaga kerukunan antarumat, meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan, memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan, hingga mendorong program besar pembangunan Masjid Besar Kecamatan Sukawening.
Dengan penuh optimisme, ia juga menegaskan semangat kebersamaan melalui komitmen:
“Dari Ulama untuk Umat, Bersama Membangun Kecamatan Sukawening Berkah dan Sejahtera.”
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Garut, KH. Rd. Amin Muhyiddin Maolani, dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga harus diperkuat oleh pondasi moral dan spiritual masyarakat.
Menurutnya, MUI memiliki peran vital sebagai penjaga nilai-nilai keumatan dan perekat harmoni sosial di tengah masyarakat. Ia berharap kepengurusan MUI Kecamatan Sukawening yang baru segera memperkuat koordinasi dan membangun sinergi dengan unsur Forkopimcam dalam menyelesaikan berbagai persoalan umat.
Tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan momen mengharukan dan penuh apresiasi, yakni penyerahan piagam penghargaan oleh Camat Sukawening kepada sejumlah tokoh dan pihak yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Salah satu penerima penghargaan adalah Ustadz Mohamad Fauzan, yang juga dikenal sebagai Kepala SPPG Maripari 2 Sukawening. Penyerahan piagam dilakukan langsung oleh Camat Sukawening sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdiannya. Saat menerima penghargaan, Ustadz Mohamad Fauzan tampak didampingi Ustadz Asep Wahyu, tokoh dari Kecamatan Pangatikan yang juga turut berperan dalam pengelolaan Dapur MBG.
Momentum penyerahan piagam tersebut menjadi simbol bahwa sinergitas antara ulama, pemerintah, dan masyarakat di Kecamatan Sukawening terus terjalin erat, saling menguatkan dalam semangat pelayanan dan pengabdian kepada umat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama, meninggalkan pesan kuat tentang harapan baru menuju Kecamatan Sukawening yang religius, rukun, maju, serta penuh keberkahan di bawah semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat. (JB/RF)









