GARUT, JABARBICARA.COM – Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) Muhammadiyah Kabupaten Garut yang digelar di Gedung BKKBN Kabupaten Garut, Kamis (14/5/2026). Forum strategis tersebut menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, sekaligus penguatan arah gerakan Muhammadiyah di Kabupaten Garut menuju organisasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkemajuan.
Kegiatan ini dihadiri jajaran lengkap pimpinan Muhammadiyah dari berbagai tingkatan, mulai unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, para Ketua dan Sekretaris Majelis, Badan dan Lembaga, hingga perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Garut.
Turut hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Prof. Dr. H. Ahmad Dahlan, Ketua PDM Garut Dr. Agus Rahmat Nugraha, Kepala BKKBN Garut Dr. Solihin Hasan, beserta para tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia Musypimda Muhammadiyah Garut, Abdullah Efendi, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa Musypimda menjadi momentum penting untuk menyampaikan laporan program kerja selama dua tahun terakhir sekaligus mengevaluasi arah kebijakan organisasi ke depan.
“Insya Allah akan dilaporkan berbagai program kerja yang telah dilaksanakan selama dua tahun berjalan, sekaligus evaluasi terhadap program untuk menentukan langkah-langkah strategis berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKKBN Garut, Dr. Solihin Hasan, menyampaikan sambutan penuh kehangatan dan membuka peluang kolaborasi lebih luas bersama Muhammadiyah Garut. Sebagai kader Muhammadiyah dan mantan aktivis organisasi otonom, dirinya mengaku memiliki kedekatan emosional dengan persyarikatan tersebut.
“Kami mengucapkan selamat datang di Balai Diklat BKKBN Garut. Ketika ada permohonan dari Ketua PDM Garut terkait penggunaan tempat kegiatan Musypimda, saya menyatakan sami’na wa atha’na. Silakan gedung ini dimanfaatkan untuk kegiatan dakwah maupun aktivitas kemasyarakatan lainnya,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa BKKBN memiliki fungsi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan, baik untuk internal maupun eksternal lembaga. Karena itu, pihaknya membuka ruang kolaborasi dengan Muhammadiyah selama bertujuan bagi kepentingan masyarakat luas.
Ketua PDM Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Ketua PWM Jawa Barat yang hadir secara langsung serta apresiasi kepada Kepala BKKBN Garut atas dukungan fasilitas kegiatan.
Pada kesempatan itu, Agus turut memaparkan sejumlah capaian program strategis Muhammadiyah Garut, mulai dari penyelesaian persoalan perwakafan, pendataan aset, verifikasi administrasi hingga penerbitan sertifikat tanah wakaf.
Mengusung tema “Bersama Membangun Gerakan Keagamaan yang Inklusif, Sustainable dan Berkemajuan”, ia menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi hingga tingkat cabang.
“Bagi pimpinan cabang, silakan melakukan restrukturisasi jika memang diperlukan. Kami ingin memotret kemajuan dan kelebihan masing-masing cabang Muhammadiyah dengan semangat yang sama menuju Muhammadiyah yang berkemajuan,” tandasnya.
Suasana forum semakin hidup ketika Ketua PWM Jawa Barat, Prof. Dr. H. Ahmad Dahlan, membuka arahannya dengan pantun yang disambut antusias peserta.
“Naik motor bensinnya full, PDM Garut I love you full.”
Dalam arahannya, Ahmad Dahlan menitipkan harapan besar agar Muhammadiyah Garut mampu menjadi ujung tombak gerakan Muhammadiyah di Jawa Barat.
Menurutnya, secara historis Muhammadiyah Garut memiliki posisi istimewa sebagai salah satu daerah paling senior dalam perkembangan organisasi.
“Kami berharap Muhammadiyah Garut bisa menjadi ujung tombak PWM Jawa Barat. Secara usia, Muhammadiyah Garut termasuk yang paling senior. Bahkan organisasi otonom seperti IPM juga dimulai dari Garut,” ujarnya.
Ia menambahkan, eksistensi Muhammadiyah hingga kini tetap kokoh karena tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan, tetapi juga aktif membangun kehidupan sosial masyarakat melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan dakwah kemasyarakatan.
Di akhir Musypimda, selain membahas evaluasi program kerja dan arah kebijakan organisasi, forum juga memutuskan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musyda) PDM Garut tahun 2028 akan digelar di wilayah PCM Pamengpeuk, sebagai bagian dari estafet gerakan Muhammadiyah yang terus tumbuh dan mengakar di Kabupaten Garut. (JB/RF)









