Di Tengah Badai Polemik Pendidikan di Sucinaraja, Prestasi Siswa Tetap Berkibar di Ajang Talenta 2026

Garut, Pendidikan364 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Di tengah sorotan tajam publik terhadap berbagai polemik yang membelit lingkungan pendidikan Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, secercah optimisme justru hadir dari semangat para pendidik yang memilih tetap bergerak membina generasi muda.
Ketika berbagai dinamika pendidikan masih menjadi perbincangan publik—mulai dari polemik internal, sorotan terhadap tata kelola, hingga belum adanya kejelasan hasil follow up dari Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut—lingkungan pendidikan Sucinaraja tetap berupaya menunjukkan bahwa pembinaan karakter, literasi, prestasi, dan bakat siswa tidak boleh berhenti.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

Di bawah kepemimpinan Ketua Pelaksana Encep Hendar, dukungan Bendahara kegiatan Elis Amelia, koordinasi teknis oleh Ade Awan, serta keterlibatan panitia dari unsur kepala sekolah dan dukungan penuh Kelompok Kerja Guru (KKG), sejumlah agenda pendidikan tingkat kecamatan sukses digelar, Selasa 26/05/2026.
Ajang tersebut meliputi Lomba Cerdas Cermat (LCC), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), serta Pentas Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI). Sementara satu agenda besar lainnya, yakni Olimpiade Sains Nasional (OSN), dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten Garut Terus Upayakan Untuk Mencari Solusi Dalam Pengelolaan Sampah

Mengusung tema:
“Cerdas Berliterasi, Unggul Bernumerasi untuk Mewujudkan Generasi Kuat Garut Hebat”
kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan akademik, seni, olahraga, hingga pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan.

Menariknya, di tengah padatnya agenda dan dinamika yang terus menjadi sorotan publik, terselip kisah sederhana namun menyentuh dari sosok Ketua Pelaksana.
Saat ditemui wartawan di sela kegiatan, Encep Hendar menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan agenda yang telah berjalan.
“Alhamdulillah, kegiatan-kegiatan yang digelar berjalan lancar. Untuk informasi akhir kegiatan seperti para juara perlombaan, mohon maaf saya belum bisa mengikuti sampai selesai karena harus mengantar ibunda tercinta yang sedang sakit untuk berobat ke rumah sakit. Nanti bisa menghubungi Pak Ade Awan selaku koordinator kegiatan untuk informasi lebih lanjut,” ujarnya.

Pernyataan itu sontak menghadirkan sisi humanis di tengah berbagai tekanan yang tengah melingkupi dunia pendidikan Sucinaraja. Di balik tanggung jawab besar mengawal kegiatan pendidikan tingkat kecamatan, seorang pemimpin kegiatan tetap dihadapkan pada kewajiban yang lebih personal dan Mulia, mendampingi orang tua yang tengah sakit.

Baca Juga:  Penyalahgunaan Fasilitas Publik Terbongkar: Tim Urai Polres Garut Sikat ‘Ambulans Bodong’ Pengangkut Pemudik di Malangbong

Di sisi lain, Koordinator Kegiatan O2SN, Ade Awan, tampil terbuka memberikan informasi kepada media terkait hasil perlombaan O2SN Tingkat Kecamatan Sucinaraja yang digelar pada Selasa (26/05/2026).

Berikut hasil para juara:

Cabang Kids Atletik
Putra:
Dodo – SDN 3 Linggamukti
Fauzi Septian F – SDN 4 Tegal Panjang
Muhammad Fadillah – SDN 2 Tegal Panjang

Putri:
Safitri – SDN 3 Linggamukti
Khaira Dafita – SDN 2 Tegal Panjang
Felisa – SDN 1 Linggamukti

Cabang Bulu Tangkis

Putra:
M. Kafy Faturizqi – SDN 1 Tegal Panjang
Rafa Rafael – SDN 4 Tegal Panjang
Naufal Maulana A – SDN 3 Tegal Panjang

Putri:
Felisa Dara E – SDN 1 Sukalaksana
Kayla Alifa N – SDN 5 Tegal Panjang
Mahira Fathiyyah H – SDN 1 Tegal Panjang

Baca Juga:  Pelat Merah di Atas Kemewahan: Ketika Kekuasaan Berjarak dari Derita Rakyat Garut

Cabang Pencak Silat

Putra:
SDN 3 Tegal Panjang
SDN 5 Tegal Panjang
SDN 2 Sukalaksana

Putri:
SDN 1 Tegal Panjang
SDN 1 Sukaratu.

Keterbukaan informasi yang ditunjukkan sebagian pemangku kebijakan pendidikan di Kecamatan Sucinaraja pun mendapat apresiasi dari media. Di tengah berbagai kritik dan sorotan, komunikasi terbuka dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat semangat kolaborasi membangun dunia pendidikan yang lebih baik.

Kini publik tentu berharap, selain suksesnya berbagai agenda pendidikan yang telah digelar, kejelasan atas sejumlah polemik yang sebelumnya mencuat juga dapat segera dijawab secara transparan oleh pihak terkait. Sebab pendidikan bukan hanya soal prestasi, tetapi juga tentang kepercayaan, keteladanan, dan keberanian memperbaiki keadaan demi masa depan generasi penerus bangsa.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *