BANDUNG, JABARBICARA.COM – Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa tantangan lingkungan hidup tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan masa depan, melainkan realitas yang sedang dihadapi masyarakat hari ini. Berangkat dari kesadaran tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Dede Kusdinar, SE., menyerukan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menjaga keseimbangan alam dan memperkuat ketahanan lingkungan.
Mengusung semangat “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Dede menilai bahwa upaya pelestarian lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang terukur dan berkelanjutan. Menurutnya, menjaga alam bukan hanya kewajiban ekologis, tetapi juga bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan bangsa di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim global.
“Melestarikan lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab kita kepada generasi yang akan datang. Alam bukan warisan dari leluhur semata, melainkan titipan yang harus kita jaga untuk anak cucu kita,” ujar Dede Kusdinar dalam keterangannya memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kamis [04/06/2026].
Politisi Gerindra tersebut menilai Kabupaten Garut memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, mulai dari kawasan pegunungan, hutan, daerah aliran sungai, lahan pertanian produktif hingga kawasan pesisir. Karena itu, pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan hulu hingga hilir.
Menurut Dede, berbagai persoalan seperti degradasi kawasan resapan air, berkurangnya tutupan vegetasi, ancaman banjir, longsor, pencemaran sungai, hingga persoalan pengelolaan sampah harus dipetakan secara komprehensif agar menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.
“Kita membutuhkan inventarisasi masalah yang akurat dan berbasis data. Setiap wilayah memiliki karakteristik lingkungan yang berbeda sehingga solusi yang diterapkan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak boleh diukur semata dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga daya dukung lingkungan hidup. Karena itu, pembangunan berkelanjutan harus menjadi prinsip utama dalam setiap perencanaan kebijakan pemerintah.
Dede juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara program pemerintah daerah dengan agenda pembangunan nasional di bidang lingkungan hidup dan perubahan iklim. Menurutnya, tantangan lingkungan tidak dapat diselesaikan secara parsial karena memerlukan koordinasi lintas sektor dan lintas tingkatan pemerintahan.
“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas lingkungan, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan. Krisis iklim adalah persoalan bersama sehingga penyelesaiannya pun harus dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.
Sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dede menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan-kebijakan strategis yang berpihak pada pelestarian lingkungan, konservasi sumber daya alam, penguatan ketahanan pangan, rehabilitasi kawasan kritis, serta mitigasi bencana hidrometeorologi yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.
Ia berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan fondasi utama pembangunan daerah.
“Menjaga alam berarti menjaga kehidupan. Ketika lingkungan terpelihara dengan baik, maka masyarakat akan memperoleh manfaat berupa kualitas hidup yang lebih sehat, ekonomi yang lebih kuat, dan masa depan yang lebih berkelanjutan. Ini adalah ikhtiar bersama yang harus terus kita perjuangkan,” pungkasnya.
Di tengah berbagai tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, komitmen terhadap pelestarian lingkungan menjadi salah satu investasi jangka panjang yang menentukan kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. Bagi Dede Kusdinar, menjaga alam dari hulu hingga hilir bukan sekadar program pembangunan, melainkan panggilan moral untuk memastikan Garut tetap hijau, produktif, dan lestari bagi generasi penerus. [DN/JB]







